Beberapa waktu yang lalu di akhir Desember 2016 ada hoaks yang menyebutkan bahwa peristiwa langka yang hanya 100 000 tahun sekali akan terjadi, yaitu bulan akan thawaf mengelilingi kabah , pada dini hari . Saya yakin itu hoaks, tetapi ingin juga mencoba menelusuri asal usul berita itu. Jangan jangan bermula dari berita serius yang karena mendapat penambahan2 disana sini secara tidak bertanggung jawab, jadilah berita tentang bulan tawaf di dini hari. Saya tidak berhasil menelusuri asal usul terjadinya hoaks itu. Hanya ada informasi bahwa hoaks itu sudah muncul pula pada Desember 2015, dan dibantah oleh ulama Malaysia.
Kemudian saya mencoba mengingat beberapa fenomena sekitar matahari dan bulan dikaitkan dengan kabah.
Bapak saya pernah cerita bahwa diantara keajaiban Kabah adalah matahari selalu menghindari berada tepat diatas kabah dengan cara bila dalam lintasan hariannya arahnya akan berada tepat diatas ka’bah, maka menjelang sampai ketitik kulminasi matahari akan berbelok sekedar menghindar dari tepat berada diatas ka’bah.
Dulu saya yakin benar terhadap cerita bapak saya tadi, namun kepercayaan itu berangsur angsur hilang , lebih2 setelah mengenal yaumu rasdil ka’bah, yaitu saat matahari tepat berada diatas kabah, maka seluruh penjuru dunia yang pada saat itu bisa terlihat matahari tepat diatas kabah, maka bila kita menghadap matahari maka saat itu kita juga sedang menghadap azimuth kabah. Dan ini terjadi dua kali dalam satu tahun yaitu sekitar 27 Mei dan 15 Juli, sementara untuk satu daerah ,tiap hari pun bias ditetapkan bahwa bayang2 benda yang tegak lurus akan searah dengan arah kiblat , tetapi waktunya bergeser tiap harinya, ini karena deklinasi matahari yang bergeser tiap hari.
Dapat dibuktikan Matahari persis diatas kabah terjadi hanya dua kali dalam satu tahun yaitu pada tanggal tanggal tersebut, sedang pada tanggal lain, walau se olah olah menjelang matahari berkulminasi kelihatannya matahari persis di sebelah timur zenith kabah, tetapi pada saat berkulminasi matahari berada sedikit disebelah selatannya,dan sesudah itu kembali matahari sudah berada di sebelah barat zenith kabah. Sepertinya hanya menghindari Kabah, padahal garis edarnya memang begitu. Oleh karena itu orang yang memperhtikannya sambil berhaji, melihatnya matahari seperti selalu menghindari berada diatas kabah.
Dalam beberapa tahun terakhir ini ada beberapa teman yang menyatakan bahwa untuk tempat tertentu dimungkinkan terjadi dalam satu hari bayang2 searah dengan arah ka’bah. Yaitu bila sebelum dan setelah tengah hari matahari pernah berada diselatan dan diutara lintang Makkah dengan syarat2 tertentu.
Ini mungkin terjadi dan ternyata konon dibenarkan oleh sebuah kitab yg bernama Irsyadu lmurid, (sayang saya belum pernah mempelajari kitab itu)
Mungkinkah peristiwa bulan mengelilingi Ka’bah juga bisa terjadi walaupun hanya setengah putaran, bukan genap satu putaran apalagi thawaf.
Tulisan ini adalah kelanjutan dari serial tulisan saya tentang desa Sumberadi dimasa kecilku, oleh karena itu agar nyambung, sebaiknya dibaca juga terlebih dahulu tulisan di blog ini yang berjudul ‘ Somalangu di masa kecilku (1)’ dan ‘Somalangu dimasa kecilku (2)’.






