Menelusuri Sejarah Berdirinya NU di Kebumen

Pengantar

M2081S-1029Tulisan ini agak menyimpang dari tujuan awal saya membuat blog, awalnya akan saya kirim ke websitenya PCNU Kebumen yang pernah memuat tulisan tentang sejarah PCNU Kebumen, tetapi karena kelihatannyawebsite PCNU sementara kelihatan jarang di update dan tulisan ini sudah terlanjur saya tulis , maka biarlah saya muat di blog saya sendiri, mudah2an ada Nahdhiyin Kebumen yang membacanya

Menelusuri Sejarah Berdirinya NU di Kebumen

Cabang NU Kabupaten Kebumen yang dirintis sekitar tahun 1936 dengan diprakarsai oleh ulama besar di Kebumen KH Ahmad Nasokha Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Wonoyoso, Bumirejo Kebumen. Bukti sejarah berdirinya Cabang NU ditandai piagam pendirian yang ditandatangani oleh KH Mahfudz Sidiq dan Haji Aziz Dijar, selaku ketua dan sekretaris PB NU. Awal pendirian PCNU Kebumen sekretariatnya di Pondok pesantren Salafiyah Wonoyoso. Adapun susunan pengurus pertama (1936 – 1942) adalah Ketua I KH Affandi, Ketua II : KH Abu Jar’i dan sekretarisnya H. Ashari.

Demikian sejarah NU cabang  kebumen sebagaimana tertulis  dalam web site PCNU kebumen. Waktu membacanya, yang terbayang di benak saya, dimaksud KH Afandi, adalah  KH Afandi Turunan kebumen, yang pernah jadi dekan pertama Fak Hukum Islam UNNU Surakarta cab Kebmen di sekitar tahun 1974 , FHI itulah yang kemudian menjelma menjadi STISNU , dan bersama STITNU yang berdiri kemudian, bergabung menjadi STAINU yg sekarang masih eksis bahkan menjadi semakin maju. Sedang yang dimaksud dengan Bapak Ashari adalah Bapak Ashari  yang pernah tinggal di Jln Kusuma tetapi sebenarnya beliau adalah berasal dari Pengempon  Pejagoan.  Tetapi kemudian saya menjadi ragu ragu, karena saya membaca catatan mertua saya di tahun 1991 yang menyebutkan para pendiri NU yang pertama tanpa menyebut jabatan masing  masing dalam kepengurusan adalah sebagai berikut :

  1. KH Ahmad Nasihah , Wonoyoso
  2. K Bei (KH Ahmad Afandi) Wedi Kradenan
  3. KH Hasyim , Wonoyoso
  4. KH Afandi Kebumen
  5. KH Feqih, Kewedusan
  6. KH Hanafi , Watubarut
  7. KH Masdar Kebumen
  8. K Sukiyat, Kembaran
  9. Manteri Ijad Mangunwisastro.
  10. K Abdullah Sya’roni, Kebumen.

Sebelum membahas lebih lanjut, perlu saya kemukakan lebih dulu, bahwa saya mempercayai catatan mertua saya tsb., bukan karena kefanatikan saya terhadap mertua, tetapi karena beliau yakni H Moh Irfaie, adalah menantu dari salah seorang pelaku sejarah itu yaitu H Hasyim tersebut angka 3, dan tinggal satu rumah sampai wafatnya, serta beliau juga aktifis NU sampai wafatnya, sebagaimana iateri beliau Hj Sakinatuzzakiyah binti H Hasyim juga aktifis Fatayat/mslimat NU sejak remaja sampai wafat..

Dari catatan ini berarti ada dua KH Afandi, yang satu pakai Ahmad yang satu tidak, sangat mungkin terjadi tertukar tukarnya nama..Kalau ditinjau dari segi umur, rasanya  Bapak KH Afandi yang lebih tepat untuk jadi ketua pada th 1936 adalah KH Ahmad Afandi alias K Bei .Wedi  Kradenan.

Tentang Bapak Ashari sebagai sekretaris, memang ada info dari salah satu sember, bahwa beliau adalah aktifis NU yg pandai ngetik sejak muda, dan jabatan sekretaris waktu itu memang diserahkan kepada yang muda muda, jadi agak mungkin, walau saya agak meragukannya., karena  zaman tahun 1936 tentu untuk menjadi sekretaris tidak perlu memparhatikan bisa mengetik apa tidak.

Kalau dimaksud pengurus PCNU Kebumen pertama , adalah semenjak keluar dari Masyumi, itu malah mungkin, karena baik KH Afandi maupun H Ashari sudah menjadi pegawai Jawatan Agama.

Menurut info yang pernah saya dengar adalah bahwa PCNU pertama dipimpin oleh KH Ahmad Nasihah sebagai Rois Syuriahnya, dan H Hasyim (tersebut dalam daptar pendiri angka tiga) sebagai tanfidziyahnya. Ini juga perlu diklarifikasi dari sumber lain. Kalau kita betul ingin mencoba menemukan sejarah PCNU kebumen, atau mungkin lebih tepat dengan sejarah NU cabang kebumen.

Dari catatan yang saya miliki itu mungkin setidak tidaknya ada satu data yang bisa diambil, yaitu nama nama, yang keturunannya masih bisa dilacak. Misalnya K Suhyat, bisa dicarikan informasinya dari Nyai Kusmen Kembaran sebagai putrinya, K Hanafi Watubarut  mungkin kita bisa bertanya kepada bapak Mahasin, yang setahu saya sampai saat ini masih sehat dan aktif di NU , dan beliau pernah jadi pengurus Cabang sewaktu periode kepengurusan dibawah KH Abdurhaman Sidik (nama akrabnya dulu K Sumbono, kemudian K Sumbono Al Solihun) sebagai Syuriah, dengan   Tanfdziyahnya Bpk Fadlun Haryanto lalu Bpk Husni Tamrin.  Juga Nyi Sulthan binti KH Ahmad Nasihah, Moh Daim Aziz Spd/Drs Wahib Tamam  anak2 yg setahu saya rajin memelihara arsip milik Bapak Ibunya.Haji Pekih dari kewedusan anak cucunya masih banyak. Sementara keturunan dari Sepuluh pendiri lainnya bisa dilacak lebih lanjut .

Penelitian  yang lebih serius lebih lanjut saya kira perlu disegarakan misalnya di awali dengan mendata anak cucu para pendiri dan para tokoh senior NU untuk bertemu dan saling mencocokkan data/informasi yang dimiliki sesuai dengan subyektivitas masing untuk kemudian dapat disaring menjadi data yg lebih obyektif.  Yang lebih tepat adalah bila LPM STAINU Kebumen yang mensponsori sebagai salah satu wujud pengabdian masyarakat..

Purwokerto 6 Sya’ban 1434 H

Manshur mu’thy A Hayyi

Pos ini dipublikasikan di kapita selekta, Uncategorized. Tandai permalink.

6 Balasan ke Menelusuri Sejarah Berdirinya NU di Kebumen

  1. salim wazdy berkata:

    Terima kasih at as artikelnya, informasi yang sangat berharga,ninsyaallah akan ditindaklanjuti wawanacara DG Kyai Zaenudin Dan Kyai Mahasisn

  2. munif sulaiman berkata:

    ini bagus bngt sebagai modal wawasan generasi muda sebagai kader2 NU. pa saya jaga ingin belajar mendalam tentang NU dan falak . supaya menghapus kebiasaan (naku orang NU tapi tidak tau sejarah dan ADRT NU.

  3. Ir H Gatot Muhni berkata:

    Manteri ijad Mangunwisastro apakah dahulu yang rumahnya di Gg kenanga/ada masjid (Masuk ari jalan Pemuda) atau depan Bpk H Langka-mantri sunat?? karena yang disebut diatas kok mirip dengan eyang saya. Manteri Ijad dan KH Afandi

    • Manshur Alkaf berkata:

      Pak Gatot, itu ada shohib saya bernama Drs Misbachul Munir SH, putra K Afandi Kebumen, yang punya famili bernama eyang Muhni di Jakarta, mungkin itu Bapak panjenengan, silahkan berkomunikasi

  4. Manshur Alkaf berkata:

    Bpk Ir Gatyot Muhni: Mungkin saja, karena saya juga tidak kenal. Tetapi kalau iya kebetulan mungkin anda bisa mencari dokumen lama yang ada pada beliau/ahli warisnya, mungkin dapat menemukan sesuatu tentang NU Kebumen

  5. Misbachul Munir berkata:

    Setelah baca artikel ini saya sungguh merasa menyesal mengapa dahulu waktu almarhum ayahanda KH Muhammad Affandi masih hidup saya tidak banyak bertanya tentang NU dan peran almarhum dalam kepengurusan di organisasi NU ini.Menurut keterangan almarhum sendiri beliau dilahirkan pada tahun 1908,dengan demikian pada tahun 1936 ketika terbentuk pengurus cabang NU Kebumen beliau baru berusia 28 tahun.Beliau berangkat ke tanah suci untuk ibadah haji pada tahun 1970/1971 dan setelah itu beliau baru bergelar haji, lengkapnya KH Muh.Affandi.Jadi apabila pada tahun 1936 terdapat pengurus NU kala itu bernama KH Ahmad Affandi patut diduga itu bukan ayah saya K.H.Muhammad Affandi dengan argumen yg cukup dapat diterima yaitu kala itu ayah saya dari segi usia masih termasuk muda (28 tahun) dan kala itu belum menyandang gelar haji dan tidak pernah mencantumkan nama Ahmad didepan nama Affandi.Tentang Pak Azhari saya mengenal beliau sejak saya masih kecil.Betul beliau berasal dari Pengempon.Beliau boleh dikatakan sangat dekat dengan ayah saya karena sama-sama aktif di NU hanya sayangnya saya tidak pernah bertanya tentang posisi beliau dan posisi ayah saya di kepengurusan NU Cabang Kebumen.Yang menarik bagi saya dan saya ingin tahu lebih lanjut ialah adanya sosok bernama Manteri Ijad Mangunwisastro.Ayahanda KH Muhammad Affandi semasa hidupnya menikah dua kali.Yang pertama menikah dg isteri pertama yg menurut cerita berasal dari Kebumen puteri seorang pejabat tetapi usia pernikahannya tdk lama karena kemudian isteri pertama ini meninggal dunia.Dari pernikahan pertama ini dikarunia seorang putera tetapi meninggal dunia ketika masih bayi.Kemudian menikah lagi dg isteri yg kedua bernama Ezminatun binti Cholawi dan dikarunia 9 orang putera puteri.Ayahanda mempunyai kerabat di Jakarta yg kami kenal dg panggilan Mbah Muhni yg konon kabarnya Mbah Muhni ini masih ada hubungan keluarga dg almarhum isteri pertama ayahanda saya.Ketika saya membaca ada komentar dari seseorang bernama Ir.H.Gatot Muhni yg menanyakan ttg Manteri Ijad Mangunwisastro saya jadi menduga duga apakah beliau ini (Ir.H.Gatot Muhni) adalah salah seorang putera dari Mbah Muhni Jakarta…..kemudian saya jadi menduga duga apakah ada kemungkinan Manteri Ijad ini adalah ayah dari isteri pertama ayah saya ?Ini semua baru dugaan-dugaan yg mungkin salah tetapi mungkin juga benar.Kalau dugaan saya ternyata salah saya mohon maaf.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s