Istiwaain ( Yang Disempurnakan ? ) ( Sekedar catatan kecil )

Pada tanggal 5 Desember 2013 saya menghadiri Seminar Nasional tentang Istawaain ( Penemuan Bpk Drs Slamet Hambali MSi) sebagai alat pengukur arah Kiblat. Kedatangan saya sebagai tamu yang datang tidak dijemput dan pulang tak diantar, semata mata karena melihat pengumuman di Facebook.  Alat ini sangat sederhana karena hanya seperti Bencet/ Jidar biasa yang ditambah dengan satu tongkat lagi di salah satu pinggir lingkaran yg ditandai dengan angka 0 awal dari deretan angka sejumlah 360 yg melingkar di pinggir alas istiwaain sebagai lambang dari derajat2 lingkaran, berguna sebagai alat untuk membidik matahari, sementara tongkat utamanya tetap dan merupakan titik pusat lingkaran dari alas itsiwaain, dan ditambah dengan satu helai benang yg terikat longgar pada tongkat  utama dan dapat digerak gerakkan guna diarahkan ke azimuth Kiblat.

Cara penggunaannya juga sederhana, yaitu dengan membidik matahari ditempat yang telah ditentukan untuk menentukan azimuthnya, yaitu dengan meletakkan istiwaain sedemikian rupa sehingga bayang2 dari tongkat yg dipinggir mengarah tepat ke tongkat utama yg ditengah lingkaran. Bayang2 itulah adalah kebalikan dari azimuth Matahari saat itu, arahnya bisa dihitung dengan data dan rumus yang ada berapa besar azimuth matahari pada saat itu. Sebelumnya telah dihitung terlebih dahulu azimuth arah kiblat di tempat itu. Kemudian hitung pula selisih antara azimuth arah kiblat dan azimuth matahari. Arahkan benang dengan ditarik lurus2 ke arah selisih tersebut, itulah arah kiblat di tempat itu. Alat itu dilengkapi dengan beberapa perhitungan, yaitu perhitungan arah kiblat  dan perhitungan azimuth matahari disatu saat pada saat dilakukan pengukuran, kemudian selisih kedua azimuth tersebut. Sudah barang tentu untuk itu diperlukan data pendukung.

Setelah mendengar berbagai penjelasan dari pemakalah dan nara sumber lainnya, dan juga mendengar usul saran, pertanyaan2 dari audiens dan tanggapan dari nara sumber, saya  menangkap beberapa kesan yaitu :

1.      Istiwaain adalah penemuan Bapak Drs KH Slamet Hambali MSi, sederhana, ilmiah, murah dan “praktis”. “Praktis” dalam tanda petik karena masih harus dibantu dengan hitung menghitung, yang bagi masyarakat dapat mengerucutkan nyali. Tapi betul2 menjadi praktis karena konon pembelian atas alat itu akan dilengkapi dengan cd, yang berisi program penghitungan siap pakai/ siap saji.

2.      Istiwaain adalah pengembangan dari Bencet/Jidar tapi dalam pembahasan belum disinergikan dengan bencet/jidar itu sendiri, oleh karena itu dalam pengembangan selanjutnya perlu sekaligus difungsikan sebagai Bencet/Jidar jinjing, yang dapat dipindah kemana mana dengan mengadopsi Mizwalanya Bapak Hendro (Drs. H. Hendro Setyanto, M. SI ) untuk beberapa hal yang sipatnya teknis,

Atas dasar kesan2 saya tersebut, saya ingin sampaikan usul penyempurnaan sebagai berikut.:

1.        CD sebagai pelengkap istiwaain, jangan hanya berisi program yang menghitung azimuth matahari pada saat pengukuran dilakukan, tetapi juga hitungan yang sekaligus menghitung azimuth matahari ditempat itu pada hari itu untuk setiap 10 menit misalnya, sehingga sekali memasukkan data hari itu, langsung keluar tabel perubahan tiap sepuluh menit (misalnya) azimuth matahari pada hari itu dan selisihnya dengan azimuth Ka’bah. Dengan demikian penghitungan dapat dilakukan sebelum pengukuran, sehingga benang dapat dibentangkan kearah selisih azimuth dan di kunci lebih dahulu. Seorang Mahasiswa Jurusan Falak di IAIN Walisongo (mungkin sekarang sudah selesai?) bernama Syauqi Nahwandi pernah membuat program seperti itu, atau mungkin Bapak Slamet Hambali justru sudah menyiapkannya yang masih disimpan dalam CD pelengkap Istiwaainnya.

2.        Agar Istiwaain dapat juga berfungsi sebagai  Bencet/Jidar local, maka perbandingan ukuran tinggi tongkat utama, panjang maupun diameternya, lingkaran2 yang mengelilinginya disesuaikan dengan bencet yang sudah ada. Demikian juga garis garis penting pada Bencet/Jidar. Dengan demikian tongkat utama di tengah jangan diperpendek , karena bukan hanya berfungsi sebagai sumbu pengarah benang arah kiblat, tetapi juga sebagai pengukur ketingguan awal asar. Luas alas harus sedemikian rupa agar masih tetap kelihatan bayang2 awal asar, atau jari jari alas Istiwaain lebih besar dari bayang2 awal asar terpanjang. ( Ini tentu bersipat lokal , )

3.        Tongkat  yang dipinggir, dibuat seperti antene pada radio, yang dapat di panjang pendekkan, sesuai keperluan saat pembidikan azimuth matahari, yakni bila pembidikan azimuth matahari dilakukan saat matahari dekat zinith tongkat harus panjang agar bayang2ngnya agak panjang, dan bila mebidikan matahari saat jauh dari zenith, tongkat tidak perlu panjang agar bayangannya tidak terlalu panjang.

4.        Sekedar untuk menambah akurasi , Istiwaain perlu pula dilengkapi waterpass.

5.        Alas Istiwaain perlu dibuat dapat diputar seperti Mizwalanya Bapak Hendro ( Drs. H. Hendro Setyanto, M. SI ) dan dapat dikunci, Hal ini diperlukan untuk menfungsikan istiwaain menjadi Bencet/ Jidar jinjing atau portable bencet.

6.        Untuk menfungsikan Istiwaain menjadi Bencet jinjing, dapat dilakukan dengan cara setelah pembidikan azimuth matahari dan pengukuran arah kiblat selesai, putar istiwaain ke utara, atau geser tongkat yg dipinggir  kekiri sebesar azimuth matahari lalu di kunci. Pada saat ini Istiwaain telah berubah menjadi Bencet.  Dengan demikian Istiwaain dapat juga dipergunakan untuk mengecek apakah bencet yang tersebar diberbagai masjid garis zawalnya sudah mengacu kepada utara sejati atau belum

Tulisan ini saya buat sebagai penyalur hobby, mudah mudahan bermanfaat, dapat mengoptimalkan fingsi istiwaain dan sekaligus nebeng popularitas Bapak Drs KH Slamet Hambali Msi.

Wallahu a’lam.

Purwokerto 7 Des 2013

Manshur Mu’thy A Kafy

Pos ini dipublikasikan di Falak. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Istiwaain ( Yang Disempurnakan ? ) ( Sekedar catatan kecil )

  1. Slamet Hambali berkata:

    Njih matur nuwun Bapak atas saran-saran dan masukannya, untuk program sebenarnya sudah disiapkan hanya saja sudah diperbanyak atau belum saya tidak tahu karena ada yang mengurus sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s