Konsep Islam Tentang Malam Dan Siang .

Al Quran, ketika menjelaskan tentang puasa menyebutkan, silahkan makan dan minum sampai fajar, dan sempurnakan puasa itu hingga malam(Al Baqarah 187). Sebuah Hadits menjelaskan bahwa bila matahari sudah terbenam, silahkan berbuka .

Dari dua hal ini berarti  waktu kita puasa (siang?) adalah dimulai dari fajar hingga matahari terbenam, dan malam (?) dimulai dari matahari terbenam  hingga fajar. Sementara  itu ilmuwan falak dan masyarakat pada umumnya selama ini mendefinisikan malam  adalah dari matahari terbenam hingga matahari terbit,

Dari sisi ibadah , masalahnya akan timbul ketika jamaah haji yang diwajibkan mabit di muzdalifah dianggap sudah mabit , bila mereka  ada disana telah melewati “tengah malam”.  Kapankah tengah malam itu? Bila dimaksud  malam adalah antara terbenam dan terbitnya matahari, maka tengah malamnya adalah saat matahari ada di culminasi bawah (kasarnya jam 12 malam) . Tetapi bila dimaksud dengan malam adalah antara matahari terbenam, sampai fajar sodiq, atau sikitar 72 menit sebelum terbit, maka tengah malamnya adalah sekitar 9 derajat busur sebelum matahari berada pada kulminasi bawah, atau 36 menit lebih awal dari “tengah malam” menurut pengertian pertama. Lebih rancu lagi kalau kita harus membagi malam menjadi 6 bagian sebagaimana pendapat beberapa ulama dalam menentukan saat yg afdhal untuk bangun malam , kemudian tidur lagi menjelang subuh.

Oleh karena itu , maka disini saya ingi mencoba  menganalisa konsep malam sebagaimana dimaksudkan oleh Islam.

Al Quran menyatakan  , bahwa  malam dapat  menutupi((Asy Syams 4), dan malam dijadikan sebagai pakaian( Annaba’ 10). Pakaian adalah untuk menutupi, malam bisa menutupi sesuatu dari penglihatan  adalah karena gelap, Dengan demikian malam identik dengan gelap dan siang adalah terang, Munculnya terang dan gelap ditandai dengan ada atau tidak adanya sinar matahari yang sampai ke bumi. Dengan demikian siang adalah bila matahari tampak (berada diatas ufuk) dan malam bila sebaliknya. Lalu bagaimanakah dengan puasa. Puasa adalah ibadah berupa menahan diri dari makan minum dsb di siang hari, diakhiri sampai datangnya malam, tetapi tidak di awali dengan datangnya siang, melainkan beberapa waktu tertentu  sebelum habisnya malam , atau sebelum datangnya siang.  Indikator ini dapat dilihat antara lain dari :

  1. Batas kebolehan makan dan minum di disebut dengan jelas yaitu fajar, sedang akhir puasa disebut dengan kata kata umum, yakni malam yang harus diartikan dengan khusus yaitu awal malam. Hal ini dijelaskan oleh hadits yang menyebutkan bahwa awal malam adalah matahari tenggelam. Kalau awal malam adalah terbenamnya matahari, maka logikanya akhir malam adalah terbit matahari. Disebutkannya batas akhir makan minum (awal puasa) adalah fajar, justru untuk menunjukan bahwa awal puasa bukan awal siang, tetapi beberapa waktu sebelumnya, yaitu fajar.
  2. Al quran juga mengenal dua ujung siang(tharafaiyinnahar) (S Hud 114). Kapankah tepi/ujung siang? Kalau diartikan tepi/ujung siang adalah Asar adalah kurang tepat, karena Asar  hanya satu dari tepi, dan kalau diimbangi dengan tepi yg lain yaitu duha juga tidak tepat, karena Asar adalah shalat wajib sedang shalat Dhuha adalah sunnat.Untuk Asar lebih tepat dikatakan sebagai salat wustho, ketika matahari ada di pertengahan antara puncak ketinggian (Kulminasi atas) dengan saat terbenam. Untuk dua ujung/tepi siang ,yang mungkin lebih tepat adalah subuh dan magrib , keduannya mempunyai  posisi simetris, dan memang berada di ujung awal dan ujung akhir  dari siang. Lebih tepat dikatakan sebagai tepi/ujung siang dari pada sebagai ujung malam, karena Al quran tidak tegas  menyebut adanya ujung/tepi malam. dan karena subuh sudah ada pada bagian dari malam, tapi sudah muncul  tanda siang (yaitu jelasnya benang putih dari benang hitam)  dan magrib adalah malam yang masih menyisakan cahaya  siang  dgn adanya hadis yg menyebutkan seorang Sahabat yg diajak menyiapkan buka puasa oleh Rasulullah ketika matahari terbenam,  pada mulanya menolak karena dianggapnya masih siang(karena belum gelap). Indikasi lain dari waktu magrib adalah masih ada  cahaya  siang yang tersisa, adalah ketentuan waktu magrib akan berakhir dengan hilangnya Syafak .
  3. Shalat Subuh dan magrib termasuk kelompok shalat “malam” dengan di sunnahkannya membaca Fathihah dan Ayat Alquran secara jahar untuk rekaat pertama dan kedua, sedang Dzuhur dan Ashar kita di sunnahkan membaca Fathihah secara sir

Dengan demikian  magrib  dan subuh dapat dikatakan sebagai bagian dari malam yang juga merupakan ujung2/tepi siang atau masa masa peralihan  yang dapat di sejajarkan pada peristilahan di dunia astronomi sebagai rembang petang dan rembang pagi. Dan yang betul betul  malam pekat(ghasaqillail adalah Isya ).

Bila jalan pikiran ini yang dipergunakan , maka konsep malam dan siang secara  terminology Islam sejalan dengan apa yang dipahami sebagai malam oleh ahli falak, juga oleh masyarakat awam , sehingga tengah malamnya adalah pertengahan antara terbenamnya matahari dan terbitnya matahari, dan untuk kasus hari Arafah kemarin  di mana di makah (termasuk Muzdalifah) tgl 25 Oktober 2012 matahari terbenam pukul 17 51 , dan matahari terbit esok hari berikutnya yaitu tanggal 26 Oktober matahari terbit pukul 06;18  sehingga pertengahannya adalah pukul 00.04 menit Waktu Arab Saudi (WAS).

Para jamaah haji tahun ini tidak perlu mengingat ingat waktu beranjak dari mabit di Muzdalifah menuju Mina apa sudah melewati jam tersebut apa belum, nanti menjadi malah ragu.

Semoga otak atik ini bukan metupakan bagian dari tafsir birra’yi yang konon pe;lakunya diancam dengan neraka. Na’udzubillah.

Wallahu a’lam bishshawab.

Semarang, 12 Muharram 1434 H

Manshur Mu’thi bin A Hayyi

Pos ini dipublikasikan di kapita selekta. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s