Menjenguk Bencet/ Jidar di Masjid Agung Demak Jawa Tengah.

001Di masjid Agung Demak, dihalaman sebelah utara ada bencet yang alhamdulillah saya sempat memotonya sekedar untuk kenang kenangan. Saya pernah juga mengambil foto bencet yg sudah dimusiumkan di Musium Kabah di Makah Almukaromah, tepatnya di arah perjalanan ke Masjid Hudaibiyah dan peternakan unta.
Kesan pertama, mungkin Bencet itu sudah merupakan bagian dari cagar budaya masjid, sehingga walau sudah rusak2(pecah pecah bagian alas datarnya ) tetapi masih tetap dipertahankan. Kemudian ada juga kesan kurang terpelihara dan hampir tidak ada yang memperhatikannya. Berbeda dengan Bencet lain yg pernah saya lihat, bidang datarnya berupa lingkaran bundar, yg titik pusat dimana tongkat istiwa ditancapkan berada agak jauh ketepi barat, sehingga bagian timurnya lebih luas. Banyak informasi ditandai disana. Sedikit berbeda pula adalah, kalau ditempat lain, tongkat istiwa berbentuk bulat panjang, tetapi disini seperti balok, yang alasnya merupakan bujur sangkar, dan panjangnya tujuh kali sisi bujursangkar
Setelah sampai di rumah saya coba cermati, saya lihat beberapa garis penting, antara lain garis/kotak petunjuk awal musim sesuai pranoto mongso.
Saya yakin itu garis/petak pranoto mongso, karena petak itu membuat jalur garis utara selatan melewati alas tongkat istiwa, kotak sebesar alas tongkat istiwa, ada 4 kotak di sebelah selatan tongkat, dan dua disebelah utara. Ini sesuai dengan empat pecak (panjang tapak kaki) disebelah selatan dan dua pecak disebelah utara sebagaimana pernah saya tulis dalam melacak asal usul pranoto mongso. Karena Pecak adalah perlambang dari sepertujuh tinggi manusia, dan kotak kotak yang membujur utara selatan itu luasnya sama dengan alas tongkat, maka satu petak adalah sepertujuh tinggi tongkat, jadi tepatlah kalau satu petak tadi adalah lambang tiap musim, yaitu ketika bayang2 matahari saat berkulminasi di utara hanya sampai dua petak, dan di pinggir sebelah timur ada samar tertulis kalima, kanem disatu petak dan kapitu, kawolu di petak lainnya. Itu berarti bayang bayang ada di utara adalah pada masa masa ke lima, kanem, kapitu dan kawolu (empat musim), dan walau tulisan di sisi lain tidak terbaca, maka ketika bayang2 matahari di selatan, ada 8 musim lainnya. Yaitu ketika bayang2 nol dan kemudian memanjang ke selatan berada pada musim musim, sembilan, sepuluh, sebelas dan duabelas, dan ketika bayang memendek tapi masih di selatan, adalah pada musim musim kesatu, kedua, ketiga dan ke empat.Foto0557

Adalagi petak petak ke timur lurus sebanyak 11 petak, awalnya saya menduga, petak sebelas itu tentu arah kiblat, tetapi setelah saya perhatikan ternyata arah timur lurus, jadi bukan arah kiblat. Kenapa jumlahnya sebelas. Sebelas adalah tujuh ditambah empat (7+4). Teringat juga rumus awal waktu shalat asar. Yaitu saat bayang sepanjang tinggi barang yg tegak lurus selain bayang2 saat matahari berkulminasi. Awal musim ke satu 22 juni adalah saat matahari berkulminasi dengan bayang2 terpanjang, yaitu 4 petak, sehingga awal asar adalah 4 petak ditambah tujuh (panjang tongkat). Jadi sebelas petak itu adalah saat awal asar dengan bayang2 terpanjang yaitu 11 petak atau sebelas/tujuh dari panjang benda.
Ada beberapa garis lain, karena tidak jelas saya tidak bisa dan tidak berani menomentarinya.
Terhadap hal hal tadi saya ingin mencoba mengomentarinya sebagai berikut:
Pertama tentang tongkat istiwanya. Bentuk tongkatnya adalah persegi empat, karenanya pula dipastikan jarak dari titik pusat alas tongkat, ke kebagian bagian tepinya tidak sama , demikian pula bayang2 tongkat itu akan sedikit lebih panjang bila sedang searah dengan sudut tongkat, padahal lingkaran lingkaran yg ada pada bidang bencet, semua bertitik pusat pada titik yg berimpit pada titik pusat alas tongkat sehingga jaraknya sama. Ini akan dapat mengurangi akurasi panjang bayang bayang awal Asar, yang selalu bergeser ke utara dan selatan, agak besar ke selatan di bulan Juni, dan ke selatan tidak terlalu besar di bulan Desember.
Tentang pertanda sebelas petak ke arah timur. Kalau ini dimaksudkan untuk menandai bayang bayang awal asar terpanjang , itu tidak tepat , karena bayang bayang awal asar terpanjang arahnya tidak ke timur persis , tetapi agak miring ke selatan, karena matahari sedang berada di utara. Untuk mengetahui arah mana bayang bayang pada saat itu haruslah dicari dengan menggunakan rumus Azimuth, dengan data masukan antara lain lintang tempat deklinasi matahari dan jarak zenith matahari.
Tentang petak pranoto mongso.
Dalam literatur disebutkan bahwa perhitungan awal musim2 menurut pranotomongso, dimulai tgl 22 Juni sebagai awal mangsa 1, dengan bayang bayang di tangah hari sebesar 4 kaki disebelah selatan, kemudian untuk musim2 berikutnya secara berturut2 ketika bayang2 dihitung dgn tapak kaki sepanjang 3, 2, 1 (semua diselatan) lalu nol, kemudian 1 , 2 kembali 1 (di utara) lalu kembali nol, terus ke selatan 1, 2, 3, dan 4 .yaitu pada tanggal tanggal tanggal, 22 Juni, 3 Agustus, 26 Agustus ,19 September,14 Oktober ,10 Nopember, 23 Desember , 4 Pebruari , 2 Maret , 27 Maret ,20 April , 13 Mei dan kembali ke tanggal 22 Juni.
Hasil penelitian saya dulu, perhitungan seperti itu hanya akan mendekati tepat pada lintang tertentu saja yaitu pada tempat yg berkordinat lintang selatan 6˚20’ sedangkan dari berbagai literatur, Demak berkordinat lintang selatan 6˚ 54’ dan 110˚ 37’Bujur Timur. Ada selisih 34’ busur, yg kalau di proyeksikan ke dalam km kira kira 60 km di utara Demak.
Saya lalu mencoba menghitungnya dengan data deklinasi matahari berdasar ephemeris. Saya pergunakan data th 2013,( insya Allah kalau untuk deklinasi matahari, pada tahun tahun lain relatip sama). Saya menghitung, berapa deklinasi yg diperlukan untuk menghasilkan bayang bayang sepanjang petak2 tsb, yang berarti bisa diketahui tanggal berapa hal hal itu terjadi, dan di hitung pula berapa panjang bayang saat tengah hari, pada tanggal tanggal yg dalam literatur disebut sebagai awal musim2 menurut pranata mangsa. Kemudian hasilnya saya tabulasikan seperti dibawah ini .

Tabel awal musim berdasar pranata mangsa untuk kordinat 6˚ 20’, tgl dan panjang bayang2 tengah hari.
22 Juni 4 pecak           3 Agust 3.09 pecak        26 Agustus 2.1 pecak
19 Sept 0.9 pecak      14 Okt 0.2 pecak             10 Nopem 1,3 pecak
23 Des 2.15 pecak        4 Pebruari 1.2 pecak      2 Maret 0.03 pecak

27 Maret 1.09 pecak  20 April 2.2 pecak           13 Mei 3,2 pecak

Tabel tabel ini, untuk awal mangsa kesatu (kasa) tepat, sedang untuk awal mangsa lain selisih terbesar adalah pada awal mangsa kanem 0,3 pecak. Fariasi lain tidak dapat ditemukan tempat dgn kordinat yang lebih memungkinkan timbul bayang2 yang sesuai dengan ketentuan pranoto mongso.

Tabel awal musim berdasar petak petak pada bencet, tgl dan panjang bayang2 tengah hari
Awl mangsa Panjng byg2 tanggal Awl mangsa Panjng byg2 Tanggal

Puncak 4.09 petak sel 22-Juni 4.09 petak sel
Kasa     4.00 petak sel           4 Juli               Kasa   4.00 petak sel       8 juni
Karo     3.00 petak sel          7 Agust        Kasada   3.00 petak sel       5 mei
Katiga  2.00 petak sel         29 agus            Dasta   2.00 petak sel     13 April
Kapat   1.00 petak sel         19.Sept     Kasepuluh  1.00 petak sel    22 maret
Kalima  0.00 petak–          10 okt           Kasanga  0.00 petak–       2 Maret
Kanem  1.00 petak ut           2 Nop           Ka wolu  1.00 petak ut      7 peb
Kapitu   2.00 petak ut        9 Des                 Kapitu  2.00 petak ut     2 Jan
Puncak  2.07 petak ut      26 Des 2.07 petak ut

Tabel diatas, menunjukkan bahwa 4 petak bukanlah bayang bayang tengah hari terpanjang diselatan, demikian juga 2 petak bukan bayang2 terpanjang di utara sehingga ada hari hari yang tidak punya musim yaitu antara tgl 9 juni sampai 3 juli, karena bayang2 telah melewati petak petak maksimal di selatan, dan antara 10 Desember hingga 1 januari di utara.

Tabel awal musim berdasar pranata mangsa, , tapi dgn kordinat kota Demak
Awal mangsa tanggal Panjang bayang2 Awal mangsa tanggal Panjang bayang
Kasa      22 juni      4.09    Kapitu         23 Des       2.07
Karo        3 Agus     3.17   Kawolu           4 peb       1.14
Katelu   26 Agus     2.19   Kasanga        2 Maret    0.03
Kapat    19 Sept      1.02   Kasepuluh   27 maret   0.519,
Kalima  14 Okt        0.15   Kasada        20 April     2.3
Kanem  10 Nop       1.26   Dasta           13 Mei        3.31

Tabel ini menunjukkan, tidak ada satupun yang menunjukkan pada awal musim sesuai pranotomongso, yang panjang bayang bayangnya tepat sesuai dengan petak petak yang ada. Bahkan untuk awal mangsa kesepuluh, selisihnya mendekati setengah petak.
Berdasar hal tersebut, saya menduga , ada usaha oleh pembuat bencet itu untuk melengkapinya dengan berbagai informasi astronomis khas Jawa, tetapi tidak dirancang husus untuk ditempatkan ditempat tertentu, dalam hal ini Demak.
Atau pembuat bencet memahami secara harfiah tentang ukuran panjang bayang2 sebagai pertanda pergantian musim, lupa bahwa panjang pendeknya bayang bayang di tengah hari, sangat dipengaruhi bukan hanya oleh deklinasi matahari, tetapi juga oleh lintang tempat/ardhul balad. Saya jadi teringat, dulu waktu kecil ada teman yang berpendapat, bahwa yg penting berapapun panjang bayang bayang maksimal di Selatan harus dibagi empat, dan di sebelah utara dibagi dua untuk jadi pertanda awal2 musim. Ini tentu tidak benar. Dan pembuat bencet di masjid Demak pasti tidak berpendapat demikian, karena kenyataannya petak2 tersebut dibuat sama panjang. Dan semuanya sebesar alas tongkat.
Selanjutnya, kalau sebagai benda langka dan mungkin termasuk bagian dari cagar budaya yg perlu dilindungi, maka sebaiknya didampingi oleh bencet baru yang didisain husus untuk masjid Demak, dengan tambahan garis/petak petak informasi sebagaimana di inginkan oleh pembuat Bencet, tetapi setelah diperbaiki seperlunya. Bila perlu ditambah dengan garis asar, garis waktu jawaz untuk Dzuhur dan Asar, garis arah kiblat dan garis batas toleransi penyimpangan dari arah kiblat yg sebenarnya.
Mendiskusikan hal ini, saya kira akan dapat berjalan lebih sejuk dari pada membicarakan kriteria awal bulan hijriyah seperti wujudul hilal yg rancu dengan wujudul qamar, imkanur rukyah, ijtima qablal ghurub, ijtima qablal fajar dan lain lainnya.
Tulisan ini saya selesaikan pada hari kamis 25 Sya’ban 1434, 25 Sya’ ban konon diyakini sebagai tanda masuknya KH Abd Kafi Awwal, Cikal bakal masuknya Islam di tanah kelahiran saya Somalangu Kebumen.
Semarang 4 Juli 2013
Manshur Mu’thy A Hayyi

Pos ini dipublikasikan di Falak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s