Setelah Semua Tertata (2)

Menuju HongkongSejak awal memang terasa semua sangat tergesa gesa. Sejak konfirmasi pertama bahwa kami jadi di berangkatkan, Rabu tgl 2 Mei 2012 menjelang Asar beritanya sangat simpang siur. Pemberitahuan  hanya lisan dari mas Makhrus dan Mas Wahyu Setiawan, Staf di Badilag, dan disusul dengan facebook . Awalnya diinformasikan bahwa kegiatan akan dimulai pada Sabtu 12 Mei 2012. Pengumuman resmi baru kamis sore 10 Mei, dimana kebanyakan peserta sudah nekad pulang kampung untuk melakukan persiapan.

Kami para peserta baru bisa kumpul dan mendapat pembekalan dari Bapak Tuada dan Bapak Dirjen pada Ahad malam di Hotel Cemara tgl 13 Mei, dimana dini hari esoknya pukul 3 WIB ,17 diantaranya sudah harus menuju Bandara untuk terbang ke Riyadh lewat Hongkong.

Di Hongkong bada shalat Dzuhur dan AsarBegitu juga di Riyadh. Rombongan terakhir baru tiba Selasa malam Rabu sekitar pukul sepuluh malam, dan baru bisa beristrahat sekitar jam 12 waktu Saudi, atau pukul 04 00 WIB, yang berarti lebih dari dua puluh empat jam barada dalam perjalanan. Jam tiga lewat sudah harus bangun, karena  subuh disana sekitar pukul setengah empat. Pagi harinya acara dimulai pukul 8 00 SAS.Walau kita disambut dengan megah, di tempatkan di ruangan bundar laksana ruang Banggar di DPR, dengan pakaian lengkap dan tempat duduk kami di tandai dengan tulisan  “Fadhilatusy Syaikh”, tetapi saya tidak bisa menikmatinya, karena hati belum tertata.

Pimpinan rombongan di Jakarta yang masih belum lengkap, pada hari libur  Kamis dan Jumah baru dapat dilengkapi. Hari Sabtu dari Jami’ah telah di edarkan dua jadwal. Pertama jadwal kuliah selama 4 minggu di salah satu ruang di Ma’had Ali lil qadha, dan yang kedua jadwal mukhadharah masai di Nadi Thulab di dekat tempat kami semua tinggal, tiap Sabtu, Senin dan Rabu malam, ba’dal magrib. Setiap Selasa ada acara Ziarah, dan yang pertama adalah ziarah ke Mahkamah Idary/Wilayatul mazdalim atau semacam PTUN di Indonesia.

Gedung Mahkamah Idari (PTUN) dari sampingSampai awal minggu kedua ini, materi yang telah kami terima antara lain tentang Shiyaghah wa tasbibul ahkam,  Attahkim, An Nawazil  fi fiqhil usrah, Almadkhal ilal anzhimah, Nizdamul murafa’at, Al qadha idari, Al mu’amalah al mashrafiyyah.dan Alamu’amalah al mashrafiyah. Diantara materi tersebut ada yg sudah selesai di mukhadharahkan, dan ada yang masih akan di sambung  lagi.Disamping itu masih ada juga beberapa materi yang baru akan di mukhadharahkan pada sesi berikutnya.

Kami para peserta pun  segera memperjelas tugas masing masing. , diantaranya adalah dibentuknya kelompok belajar yg masing masing akan melakukan kajian khusus dan menyusun khulashah dari tiap tiap mukhadharah  yang nantinya akan menjadi bagian dari laporan yang tim penyusunnya telah dibentuk pula. Juga tim penyerasi akhir. Ada juga bank foto, yang dikumpulkan oleh salah satu kawan yang ditunjuk.

Dengan demikian kegiatan kami sudah cukup jelas dan terarah. Saya angkat topi kepada teman teman yang masih muda yang semangat dan kemampuannya cukup tinggi, sementara kami yang sudah terhitung tua juga tidak mau ketinggalan karena untuk kali ini kegiatan perkuliahan tidak lagi menggunakan juru bahasa.

Kegiatan kami saat ini sudah teratur dan jelas. Seusai shalat subuh, kongkow kongkow sebentar sambil minum Syahi halab di tempat istirahat di mabna masing masing. Pukul 06 45 menuju shalatuth tha’am untuk sarapan pagi, jalan kaki sekitar 400 meter. 07 30  siap di parkiran di bawah math’am menunggu jemputan menuju tempat kuliah. Kuliah sampai pukul 11 30, dengan jeda brik di tengah tengahnya 30 menit. Tidak dapat dikatakan sebagai copy break, karena pilihannya bukan sekedar kopi atau teh, tetapi juga beberapa jus dan air putih. Sementara snacknya lebih variatif, termasuk ada juga buah buahan disitu. Pukul 11 30 dengan menggunakan bis  pulang menuju Mabna, ganti baju lalu shalat zhuhur. Dari masjid kembali jalan kaki menuju shalatuth tha’am untuk makan siang.

MakanIstirahat siang berlangsung sampai adzan Asar (sekitar setengah empat). Ba’da shalat asar sebagaian besar dari kami menuju Nadi thulab (semacam gedung serbaguna) disana ada Nadi.net , fasilitas berinternet secara gratis. Disana tampaknya FB sulit di akses, kalau kadang kadang berhasil membuka FB cukup senang juga, tetapi sayangnya pada saat itu teman teman di Indonesia sudah tidak begitu ramai karena di Indoneisa sudah agak malam.

Ba’da Maghrib kegiatannya adalah mengikuti Muhadharah masai. Makan malam bila tidak ada Mukhadarah di lakukan ba’da Magrib, dan bila ada mukhadharah, di lakukan ba’da Isya.

Kapan acara santainya ? Tentu di sela sela kegiatan tersebut. Lebih lebih sekarang oleh Jami’ah  telah di sediakan sopir orang Indonesia, satu diantaranya  di antaranya Pak Herman dari Mergasari Brebes. Lumayan wonge dewek, bisa dijak rembugan bab mendoan.

Hari Kamis 24 Mei kemarin kami rekreasi ke sebuah Musium yang didekatnya ada pusat belanja minyak harum, Jumatnya Shalat jumat di Ar Rajhi, konon masjid terbesar di Riyadh. Tentang ziarah ceritanya ada di kesempatan lain.

Yang masih kami tunggu tunggu adalah kapan kami berkesempatan untuk menunaikan ibadah umrah, konon ada pada akhir kegiatan nanti. Mudah mudahan.

Riyadh 27 Mei 2012.

Pos ini dipublikasikan di Somalangu tanah kelahiranku. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s