Melengkapi Jadwal Waktu Shalat, Menurut Syeikh Zakaria Al Anshary

Untuk bahan pengajian fiqih yang harus saya isi setiap Ahad Pon, saya mencoba membuka kitab Fathul Wahab syarakh Minhajuth thullab karya Zakaria al Anshari bab waktu waktu shalat. Setelah saya cermati tiba tiba saya tertarik pada dua hal :
1. Pada setiap waktu shalat ada pembagian waktu menjadi waktu fadhilah, ikhtiyar, jawaz bila karahati, jawaz bilkarahah dan sebagainya, yang rasa rasanya luput dari perhatian ahli falak, padahal bisa dilakukan.
2. Pada pembahasan syafak (al ahmar) yg diubah dari kalimat aslinya (asysyafak) berbentuk isim ma’rifat ( dengan alif lam) dan ada qayidnya yaitu al ahmar menjadi nakirah (tanpa alif lam) dan tanpa qayyid al ahmar. Sehingga, akhir waktu maghrib, ditandai dgn hilangnya syafak keseluruhan , yakni syafak ahmar/mega merah, dan dua syafak sesudahnya, yaitu syafak asfar/mega kuning dan syafak abyadh/mega putih. Ini menjadi menarik bila dikaitkan dengan waktu subuh yang situasi langitnya juga ada tiga tahap setelah fajar sidik, yaitu adanya proses langit menguning (ishfar) sebagai akhir waktu ikjhtiyar, dan proses langit memerah (ihmirar) yaitu langit memerah, sebagai akhir dari tahap waktu jawaz bila karahah.
Disini saya akan coba membahasnya sebagai berikut :
Setiap waktu shalat yang lima di rinci menjadi beberapa bagian waktu , yang dikatakan sebagai waktu fadhilah, waktu ikhtiyar, waktu jawaz bila karohah, waktu jawaz bil karahah, waktu tahrim, waku udzur, waktu dharurat. Saya tidak akan membahas tentang hukum shalat pada waktu waktu tersebut, tetapi hanya akan menyebut ketentuan awal atau akhir waktu2 tersebut yang bisa dikaitkan dengan gerak peredaran matahari, sehingga dapat ditentukan rumus penghitungannya, dan selanjutnya dapat dihitung dan dibuatkan jadwalnya. Hal hal tersebut antara lain :
a. Untuk waktu dzuhur, akhir waktu fadhilah adalah bila bayang2 benda yg tegak lurus sepanjang seperempat benda itu di tambah bayang2 saat awal dzuhur
b. Akhir waktu ikhtiyar pada waktu dzuhur adalah bila bayang2 benda yg tegak lurus sepanjang seperdua benda itu di tambah bayang2 saat awal dzuhur, sedang selbihnya adalah waktu jawaz.
c. Akhir waktu ikhtiyar pada waktu Ashar adalah bila bayang2 benda yg tegak lurus sepanjang dua kali benda itu di tambah bayang2 saat awal dzuhur
d. Akhir waktu jawaz pada waktu Asar bila karahatin adalah saat matahari telah mulai menguning
e. Akhir waktu Ikhtiyar bagi waktu isya, adalah pada sepertiga malam pertama
f. Akhir waktu ikhtiyar bagi waktu subuh, adalah pada saat langit mulai menguning ( isfar )
g. Akhir waktu jawaz bila karahatin bagi waktu subuh, adalah pada saat langit mulai memerah ( ihmirar )

Untuk (a) ,(b) dan (c ), merumuskannya kedalam ilmu hisab sangatlah mudah, yaitu menggunakan rumus awal asar, dengan sedikit modifikasi. Kalau rumus tinggi matahari awal ashar adalah Cotg HA = Tgn Zm +1, maka untuk :
a. waktu (a) rumusnya adalah Cotg (a) =tg zm +0.25.
b. waktu (b) rumusnya adalah Cotg (b)= tg zm +0.5
c. waktu (c) rumusnya adalah Cotg (c)= tg zm +
Untuk (d) terus terang saya tidak tahu pada ketinggian berapa matahari mulai memudar menjadi kuning menjelang terbenam, Mungkinkah ini berkaitan dengan refraksi yang maksimal. Wallahu a’lam, dan karena itu saya akan melewatinya saja.
Untuk (e), akhir waktu ikhtiyar bagi waktu Isya, karena disebutkan sampai sepertiga malam, maka harus kita tentukan dulu , yang dinamakan malam itu dari kapan sampai kapan, atau dari dan sampai jam berapa.
Kalau al Quran menyebutkan bahwa kita disuruh menyempurnakan puasa sampai malam, maka yang namanya malam adalah waktu selain siang, dan siang adalah pada waktu waktu orang puasa tidak boleh makan minum dan hal hal lain yang membatalkannya, yaitu dari fajar sampai terbenam matahari, berarti malamnya adalah dari terbenam matahari (magrib ) sampai fajar (subuh).
Dengan demikian menghitungnya menjadi sangat mudah. Kalau umpamanya di ketahui bahwa magrib hari itu pukul 18 05 WIB, sedang subuh pada pagi berikutnya adalah pukul 04 25, maka lama malam adalah dari puluk 18 05 sampai 04 25, yaitu 11 jam 30 menit, sepertiganya berati 3 jam 50 menit. Akhir waktu ikhtiyar isya adalah mukul 18 05 di tambah 3 jam 50 menit, yaitu 21 55 menit. Tidak sulit
Yang perlu pembahasan agak khusus adalah untuk angka (f) akhir waktu ikhtiyar subuh dan (g) akhir waktu jawaz bila karahatin subuh.
Keadaan langit antara waktu magrib dan subuh adalah sama (dalam arti terbalik), Waktu Magrib adalah peralihan dari terang menuju gelap, melalui proses syafak ahmar/langir merah, syafak ashfar/langit kuning, syafak abyadh/langit putih, lalu gelap. Sementara waktu subuh adalah peralihan dari gelap menuju terang. Dimulai dari fajar sidik, kemudian laingit menguning (isfar/Al idhaah) lalu memerah (ihmirar) lalu terang karena matahari telah terbit. Hanya bedanya oleh Imam Zakaria Al Anshari, tiga tahap itu untuk waktu magrib dijadikan satu, sedang untuk waktu subuh dijadikan patokan pergantian waktu dari akhir waktu ikhtiyar ke waktu jawaz bil karahah, dan dari waktu jawaz bil karahah, ke wakyu jawaz bil karahah..
a. Sementara itu di dunia ilmu falak modern, dalam proses pergantian malam dan siang yakni rembang petang dan rembang pagi, juga kita kenal tiga macam yaitu : Rembang petangnya masyarakat biasa/ Civil twilight, yang ditandai dengan bahwa orang berjalan sudah memerlukan obor, yakni ketika matahari ada pada ketinggian 6 derajat dibawah ufuk
b. Rembang petangnya para pelaut/ nautical twilight, yaitu ketika para pelaut tidak bisa lagi mengguanakan rambu rambu darat, yakni ketika matahari ada pada ketinggian 12 derajat dibawah laut.
c. Rembang petangnya para astronom, yaitu ketika para bintang bintang telah bercahaya secara sempurna, ketika matahari ada pada ketinggian 18 derajat dibawah ufuk.
Kenyataannya adalah untuk awal isya, ahli falak di Indonesia menggunakan 18 derajat dibawah ufuk (setara dgn astronomicl twilight/ syafak keseluruhan) sedang untuk subuh menggunakan ketinggian 20 derajat dibwah ufuk setara dengan astronomical twilight dmajukan dua derajat.
Karena itu ,mungkinkah civil twilight dianggap sebanding dgn hilangnya syafak ahmar, untuk kasus pagi setara dgn kondisi ihmirar, nautcal twilight setara dengan syafak asfar/untuk pagi setara dengan isfar, dan astronomical twilight sebanding dgn hilang syafak abyadh untuk margib, dan fajar asidik untuk subuh?
Saya cenderung untuk menjawab iya, dan dengan demikian terjawablah sudah kapan akhir waktu ikhtiyar shalat subuh, yaitu ketika matahari berketinggian 12 derajat dibawah ufuk, dan akhir waktu jawaz bila karahtin adala ketika matahari berketinggian 6 derajat dibawah ufuk.
Berikut ini saya coba membuat jadwal waktu shalat sesuai dengan pendapat Imam Zakaria al Anshari tersebut, hanya untuk satu hari di sebuah Kebumen, kota kelahiran saya Somalang, Sumberadi Kebumen, pada tanggal 25 Oktober, hari kelahiran saya.
Mungkin dari kalangan ahli falak di pondok pesantren berkenan menyempurnakannya dan mencoba membuat jadwal waktu shalatnya, atau anggaplah tulisan ini tidak pernah ada.
Jadwal Waktu Shalat Tanggal 25 Oktober, Kota Kebumen

Awal Subuh 03 55’50”
Akhir waktu ikhtiar subuh 04 28’17”
Akhir waktu jawaz bila karahah 04 53’53”
Akhir waktu subuh 05 14’35”
Awal Dzuhur/fadhliah 11 25’22”
Akhir waktu fadhilah/awal waktu ikhtiar 12 57’15:
Akhir waktu ikhtiyar/awal waktu Jawaz 13 26’22”
Awal waktu Asar( Fadhilah/iktiyar 14 36’35”
Akhir waktu ikhtiyar Asar/Awwal waktu jawaz 15 46’29”
Awal waktu magrib 17 36’09”
Awal waktu Isya(fadhilah/Ikhtiyar) 18 46’55”

Akhir waktu Ikhtiyar 21 02’27”

Catatan :
Untuk masa waktu fadhilah hanya Dzuhur yang jelas, sedang lainnya hanya dikatakan di awal waktu saja.
Wallahu a’lam bish shawab
Purwokerto 18 Pebruari 2012.
Manshur Mu’thy A Khayyi

Pos ini dipublikasikan di Falak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s