Melengkapi Bencet Dengan Garis Awal Ashar.

Gambar disebelah adalah gambar mustoko Masjid di kampung kelahiran saya Somalangu (lidah orang kampung lebih akrab dengan kata Semlangu), Sumberadi Kebumen. Konon kata orang orang tua Mustoko yg persis seperti itu di Jawa Tengah ada tiga, yang satu di Kajoran Magelang dan satu lagi saya lupa dimana. Dulu di sebelah utara masjid ada dua pohon sawo manila, dan didepannya ada tiga pohon sawo kecik ( Orang Semlangu bilang sawo prit) dan satu sawo manila serta sebuah bencet ditengah tengah halaman. Kayanya sekarang tinggal pohon yang disebelah utara masjid saja yang tersisa.

Sebagaimana dimaklumi, bencet  bentuk fisiknya seperti tugu setinggi satu meter, diatasnya ada bidang datar yang didalamnya ada tongkat yang tegak lurus pada bidang datar tersebut, sebagai titik pusat dari lingkaran lingkaran, yang dibuat pada bidang datar tersebut, yang jarak tepi ,lingkaran satu sama lain sebesar diameter dari alas tongkat tadi, demikian juga antara lingkaran terdalam dengan alas tongkat. Ada dua garis sejajar arah utara selatan, yg satu melewati pinggir sebelah barat dari alas tongkat, dan yg lainnya melewati pinggir sebelah timur alas tongkat. Dari pangkal tongkat tadi ada garis ke arah barat laut yg tentu garis itu adalah garis arah kibat. Samar samar  disebelah timur bidang datar agak ke pinggir ada  garis lengkung dari arah utara, patah ditengah lalu membuat lengkungan lain ke selatan, sehingga bentuknya mirip garis sayap kupu kupu bagian depan. Dulu saya tidak memperhatikannya, hanya menduga bahwa itu adalah garis awal waktu Ashar.

Setelah saya belajar ilmu falak pada pelatihan hisab rukyat di Tugu Bogor, dengan modal pelajaran dari Pak Taufik tentang beberapa rumus, yang dapat menyelesaikan berbagai permasalahan segitiga bola, saya jadi terpikir ingin mencoba membuat garis awal Ashar pada Bencet. (Sebenarnya rumus itu mungkin pelajaran ilmu ukur di SLTA, tetapi karena ketika di Aliah dulu saya tidak pernah mendapat pelajaran seperti itu, maka saya baru tahu dari Pak Taufik )

Menurut saya konsepnya sederhana saja.

Pertama ditentukan dulu panjang bayang bayang awal waktu Ashar dan azimutnya bagi satu kota, Purwokerto misalnya, untuk berbagai deklinasi yang berlainan, satu diantaranya untuk deklinasi yang sama dengan lintang tempat kota Kebumen.

Langkah selanjutnya dilakukan pengukuran pada Bencet, dengan cara  memberi tanda titik pada ujung tiap tiap bayang2 sesuai azimuthnya masing masing. Kemudian titik titik tersebut dihubungkan satu sama lain sehingga membuat garis dari utara ke selatan dengan fariasi lengkungannya, itulah garis awal Ashar

Untuk menentukan panjang bayang bayang awal Ashar  (dan menentukan besarnya sudut t ) kita pergunakan rumus awal waktu shalat Ashar, sedang untuk untuk menghitung azimuth  azimuth bayang bayang kita dapat menggunakan rumus mengukur azimuth matahari / bulan guna keperluan rukyatul hilal. Atau mengukur azimuth matahari dengan theodolit untuk kepentingan mengukur arah kiblat. Karena bayang bayang arahnya berlawanan dengan matahari itu sendiri, maka hasilnya ditambah atau dikurang dengan 180 derajat.

Untuk menghitung Panjang bayang bayang awal Ashar, diperlukan data lintang tempat, deklinasi matahari dan panjang tongkat yang akan di cari panjang bayang2nya, sedang untuk  menghitung  Azimuth bayang bayang awal Ashar, selain data tersebut, diperlukan pula data sudut waktu awal Ashar, oleh karena itu perlu terlebih dulu menghitung sudut waktu awal Ashar. Untuk itu dapat dipergunakan rumus awal waktu Ashar

Dengan demikian ,  rumus yang kita perlukan adalah sebagai berikut :

  1. Zm (jarak zenith matahari saat berculminasi) : zm = │φ – δ│
  2. Panjang bayang bayang awal Ashar dengan rumus: Panjang bayang2 = tgn zm + 1
  3. Tinggi matahari awal Ashar,dipergunakan rumus cotg ha = tg zm +1
  4. Sudut waktu awal Ashar : sin t = sin φsin δ + cos φ cos δ cos h
  5. Azimuth bayang bayang  CotgA= sin φ /tg t – cosφtan δ/sin t

Dari kelima perhitungan tadi yag kita ambil hanyalah hasil perhitungan angka 2  dan angka 5

Perhitungan dilakukan beberapa kali berturut turut dari keadaan matahari yg berdeklinasi paling utara sampai matahari berada di paling selatan. Dengan lintang tempat tertentu di mana Bencet akan ditempatkan yaitu Purwokerto misalnya, dan tinggi tongkat istiwa (pada bencet/jidar ) yang tetap yaitu 10 cm misalnya.

Sebagai contoh  untuk kota Purwokerto  φ   adalah -7 26’ sedang   δ matahari saat berada pada titik balik utara adalah 23º 30’ dan panjang tongkat pada bencet adalah 10 cm maka jarak zenithnya (zm) adalah [-7º 26’ – 23º 30’ ] = [-30º 56’] = 30º 56’. Panjang bayang bayang adalah (tg 30º 56’+ 1. )  X 10= 15.99 cm .

Menghitung sudut waktu Ashar, dilakukan terlebih dulu dengan menghitung tinggi awal Ashar (ha),dengan rumus Cot ha sama dengan tg zm  + 1, sudut waktunya diselesaikan deng rumus sin t = sin φ sin δ +cos φ.cos δ.cos h.

Cotg Ha = tg 30º 56’+ 1 . Hasilnya ha = 32º 01’01.22”

Dari data ha tersebut, dengan menggunakan rumus sin t = sin φ sin δ +cos φ.cos δ.cos h’ maka hasilnya adalah 46º 00’31.24”.

Berdasar data tersebut dengan rumus angka 5 ,imuth bayang bayang dapat dicari dan hasilnya 125º  54’41.8”.

Berikut sata cantumkan hasil perhitungan panjang bayang dan azimuthnya untuk kota Purwokerto untuk berbagai deklinasi, sebagai berikut :

Dari angka angka tersebut, dapatlah dibuat garis Awal Ashar pada bencet yang gambar kasarnya seperti dibawah ini :

   Daptar baying & Azimuth kota Purwokerto dgn beberapa deklinasi

No Deklinasi bayang2 (cm) Azimuth
 1 23º 30’ 15.990 125º 54’41.8”
 2 20º 00’ 15.59 121º 26’23.7”
3 17º 30’ 14.648 118º 17’04.95”
 4 15º 00’ 14.128 115º 09’41.73”
 5 12 º 30’ 13.026 112º 04’00.06”
 6 10 º 00’ 13.140 108º 59’34.00”
 7 07 º 30’ 12.667 105º 55’46.1”
 8 05 º 00’ 12.204 102º 51’47.6”
 9 02 º 30’ 11.751   99º 46’39.1”
10 00 º 00’ 11.304   96º 39’ 09.65”
11 – 2 º 30’ 10.086   93º 28’01.3”
12 – 05 º 00’ 10.424   90º 11’42.79”
13 – 07 º 30’ 10.000   86º 54’08.68”
14 – 10 º 00’ 10.448   83º15’04.25”
15 – 12 º 30’ 10.881   79º 46’39.3”
16 – 15 º 00’ 11.328   76º 39’20.2”
17 -17 º 30’ 11.771   73º 15’32.00”
18 – 20 º 00’ 12.229   70º03’50.36”
19 – 23 º 30’ 12.880   65º 38’21.30”

Dari Tabel tersebut, dapat dibuat garis bayang  bayang awal Ashar seperti gambar dibawah ini :

Itulah gambar sederhana Bencet dilihat dari atas, dan apabila bayang bayang matahari disore hari telah menyentuh garis lengkung disebelah barat yang saya katakan sebagai “garis awalashar” maka berati waktu shalat Ashar telah masuk.

Tulisan ini sengaja saya terbitkan hari ini guna menyongsong khaul  yakni peringatan wafatnya Pak De saya, Syeikh Abdrurrahman bin Syeik Abd Kafi Ats tsani,  yang diselenggarakan tanggal 25 Sya’ban,besok hari Rabu 27 Juli 2011. Wallahu a’lam.

Yogyakarta ,26 Juli 2011

Manshur Mu’thy A Kafy

Pos ini dipublikasikan di Falak, Uncategorized. Tandai permalink.

5 Balasan ke Melengkapi Bencet Dengan Garis Awal Ashar.

  1. zamzam berkata:

    Zaman sekarang orang sudah mulai meninggalkan Bancet mungkin karena kurang elit apa lagi jika mendung bancet sama sekali tak berfungsi. seperti di Masjid Salafiyah wonoyoso karena ada rehab sudah tergeletak di belakang pesantren dan sampe sekarang belum dikembalikan pada posisinya.
    sesungguhnya entah karena itu atau karena yang lain orang tidak menggunakan bancet lagi. apa lgi Bancet Sholat aja sudah lebih ringan dari kapas.
    trimakasih mengingatkan kembali waktu belajar di Wonoyoso.

  2. zamzam berkata:

    Salam Semua untuk Teman Santri di Somalangu.

  3. Manshur Alkaf berkata:

    Gus, keqwajiban putra waya untuk nguri uri dan melestarikan, juga para santrinya. Sayang, memori saya tentang Wonoyos sangat sedikit, jadi tidak bisa nulis tentang Wonoyoso , sebenarnya sesekali pengin juga nulis tentang mbah Kiyai, pareng kan Gus?

  4. Joko berkata:

    nderek nyimak.

  5. saiful berkata:

    Assalamu’alaikum.
    Saya aumni syari’ah SUKA lulus thn 98. sy tertarik dg tulisan anda di https://manshuralkaf.wordpress.com/2011/07/26/melengkapi-bencet-dengan-garis-awal-ashar/, yg mau saya tanyakan, apakah waktu ashar itu dimulai ketika bayang benda melebihi panjang benda tersebut. kalau begitu apa garisnya tidak berbentung lengkung??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s