Hari Hari Meluruskan Arah Kiblat

Sabtu sore tgl 28  Mei 2011 jam 16 10. Dikomplek SMK Maarif Nu Kebumen, sedang sangat sibuk, ada acara Pengajsian Akbar dalam rangka HARLAH NU yang ke 85, Hadir KH Hasyim Muzadi dari Syuriah PBNU dan KHM Adnan dari PWNU Jawa Tengah. Saya  larut ngobrol dengan beberapa orang kiyai di ruang Kepala SMK yg disulap menjadi ruang transit para kiyai dan sekaligus jadi posko panitia.Pembicaraan berkisar sekitar  sa’aturasdil ka’bah yang waktunya beberapa menit lagi, tepatnya pukul 16.18.WIB

 Ada yang mengeluh tiada sampainya pemberitahuan dari pejabat berwenang, ada yang berpendapat bahwa yaumu rasdil ka’bah berjalan pada jam yang sama beberapa hari mendatang (satu minggu) dan lain sebagainya. Saya jadi terpikir pengin menulis tentang hal itu dan meluruskan beberapa hal yang mungkin bisa diluruskan. Malam harinya saya buka buka internet  untuk melengkapi bahan yang akan saya tulis.

Eko Minarto, seorang  Kandidat Doctor di Institute of Geophysics Hamburg Universite  Jerman  pada tulisannya yang berjudul Saat Tepat Penentuan Posisi Kiblat Yang Tepat yang termuat di Detik  News, menyebutkan  bahwa tanggal 28 Mei pukul 16 18 WIB dan tanggal 16 Juli pukul 16 27  posisi Matahari tepat diatas Makkah, maka pada saat itu arah tepat kita memandang Matahari  adalah arah kiblat.

Memang pada saat itu di seluruh dunia yang matahari masih diatas ufuk dan orang dapat melihatnya, orang dapat meluruskan arah kiblat dengan mudah dan tepat yaitu dengan mengarahkan hadapan kita ke matahari.

Akan tetapi pada hari hari lain, kita sebenarnya dapat juga memanfaatkan matahari untuk mengarahkan hadapan kita kepada Ka’bah, hanya saja tidak bisa berlaku  serentak seperti pada dua waktu tersebut diatas.. Satu kota tertentu dapat mengarahkan arah kiblat dengan melihat matahari pada hari dan jam tertentu saja dan untuk kota itu saja.

Hal tersebut tidak mengherankan, karena .sebagaimana dimaklumi matahari dalam gerakan tahunannya . menurut penglihatan dari bumi selalu bergeser keutara sampai sekitar 23.5° lintang utara, dan ke selatan sampai 23.5° lintang selatan., maka ketika pada satu saat matahari ada pada posisi lintang utara 20° misalnya, walaupun pada hari itu matahari tidak pernah berada diatas Makkah, tetapi pada satu saat ia pernah melintas pada jalur garis arah kiblat, atau pada satu saat ia berada pada azimuth yang sama dengan azimuth ka’bah bagi satu kota tertentu. Misalnya kalau di ketahui azimuth arah kiblat kota Yogyakarta adalah 294°, (294° dari titik utara se arah jarum jam  ke arah kiblat, ini berarti  sudut arah kiblat adalah 360° – 294° yaitu 66° dari utara langsung ke arah barat. Matahari pada saat berada di lintang utara 20°, pada saat berkulminasi di Yogya, azimuthnya adalah 0 karena persis berada di utara zenith. Setelah berjalan beberapa lama, matahari yang bergerak ke barat, azimuthnya juga bergeser, dan pada satu saat azimuthnya akan persis sama dengan azimuth arah kiblat. Pada saat itu bayang bayang benda yang tegak lurus yang ada di Yogyakarta tentu searah dengan arah ka’bah.. Yang menjadi persoalan adalah berapa lama yang harus ditempuh oleh matahari sejak ia berkulminasi  hingga titik yang azimuthnya berimpit dengan azimuth arah ka’bah (yg dalam dunia ilmu falak jarak tempuh itu biasa disebut dengan sudut t atau fadluddair). Kalau sudah ketemu sudut t nya dan diketahui pula saat matahari berkulminasi, dengan dijumlahkan akan ketemu saat bayang bayang matahari searah dengan arah ka’bah. Untuk kota Yogyakarta.misalnya menghitung sudut waktu bukanlah perkara sulit, asal diketahui arah ka’bah, lintang dan bujur tempat Yogyakarta, deklinasi matahari, dan saat matahari berkulminasi dengan WIB. .

Langkah langkah untuk menghitung saat bayang bayang matahari  dan contohnya ( Misalnya untuk kota Yogyakarta tanggal 30 Mei 2011.)

1..Cari data yang diperlukan  ,yaitu ::

a. φ (lintang tempat ) untuk Yogyakarta = -7°46’

b..λ  (bujur tempat ) untuk Yogyakarta = 110°20’

c. δ (deklinasi matahari ) untuk 30 mei = 21°45’11”

d. Q  (arah kiblat) untuk Yogyakarta = 65°17’  U-B

       e. e (perata waktu ) untuk 30 mei = 2mnt 4 dtk

       f.  P sudut Bantu

2. Rumus rumus penyelesaian

a. Cot.P = sin φ.tan Q

b. Cos(C –P)= tan δ.cosP/tan φ

c. C=(C-P)+P

d. 12-e-( λ -105)/15

e  bayang bayang arah kiblat = dzuhur ± (C/15)

Dari rumus tersebut kalau menggunakan kalkulator langkah langkah operasionalnya adalah sebagai berikut :

Mencari P dengan rumus a : Shift Tan(1/(sin -7° 46’ X tan 65° 17’ ) ) = sihft Dms. Hasilnya -73° 38’18.1”

Mencari rumus ( C – P ) dengan rumus b : shifs Cos ( tan 21°45’ X  cos-73° 38’18.1”/tan -7° 46’) = shift dms hasilnya 145°29’17”

Mencari  sudut C  dengan rumus  c. :  145° 29’17” + (-73° 38’18.1”)= hasilnya 71° 50’58.9”

Mencari awal dzuhur dengan rumus d :12 – 0;02’04” –( ( 110°20’ -105)/15) = 11;36’36”

Mencari bayang bayang searah dengan arah kiblat dngan rumus e :   11;36’36” + (71 50’58.9”/15)  hasilnya adalah16 :23’59.93”

Dengan dibantu oleh kalkulator untukmengoperasikan rumus tersebut dan data yang tersedia, kita dapat mengatahui bahwa pada tgl 30 Mei  jam  16 ; 23’59.93” (dibulatkan jadi jam 16; 24,) di kota Yogyakarta bayang bayang benda yang tegak lurus persis searah dengan arah kiblat.

Kalau diperbandingkan dengan table terlampir hususnya  untuk tanggal 1 Juni yang hanya berselisih  dua haridari tanggal 30 Mei, saat bayang bayang searah dengan arah kiblat ternyata berselis ih hingga 5 menit.  Semoga Ikhwan yang membaca tulisan ini bias memahami,bahwa memberlakukan dan menyamakan saat rosdil kabah sampai satu minggu adalah tidak tepat .

Untuk memudahkannya dengan ini kami sertakan tabel bayang  bayang searah kiblat bagi kota Yogyakarta, pada tanggal 1 dan 15 bulan Januari sampai dengan Desember sebagaimana termuat dalam buku Data Ephemeris Matahari dan Bulan tahun 2009 yang terbitkan oleh Ditjen Badilag Mahkamah Agung RI th 2009 Hl 431 yang saya ringkas. Selamat mencoba.

Purwokerto  1 juni 2011.

 Manshur Mu’thy A Kafy

Bayang Bayang Arah Kiblat

Tgl/bln jam Tgl/bln jam
1   Jan 08;26 1   Juli 16;57
15 jan 09;09 15 Juli 16;28
1   Peb 10;17 1   Agus 15;40
15 Feb 11;07 15 Agust 14;56
1   Maret 11;53 1   Sept 13;58
15 Maret 12;35 15 Sept 13;05
1   April 13;28 1    Okt 12;08
15 April 14;08 15  Okt 11;19
1   Mei 14;59 1   Nop 10;20
15 Mei 15;40 15 Nop 09;34
1 Juni 16;29 1   Des 08;50
15 Juni 16;56 15 Des 08;29
Pos ini dipublikasikan di Falak. Tandai permalink.

4 Balasan ke Hari Hari Meluruskan Arah Kiblat

  1. Furqon berkata:

    Assalamualaikum. saya mahasiswa Furqon Nur Ramdhan, mahasiswa falak IAIN Walisongo Semarang. Kebetulan sedang menyelesaikan tugas akhir,skripsi,,dengan objek kajian rashdul kiblat harian,dimana hampir semua perhitungan dalam mencari rashdul kiblat harian (Bayangan matahari berimpit dgn zimuth kiblat, sehingga pd waktu itu posisi matahari dan bayangannya menunjukkan arah kiblat) ini hanya terjadi satu kali pada hari tertentu, seperti perhitungan dalam buku”Ilmu Falak dalam Teori dan Praktek” karya Muhyiddin Khazin (rumusan perhitungannya sama seperti yang bpk contohnya di atas), Namun sya menemukan satu kitab falak “Irsyad al-Muriid, karya K.H. Ahmad Ghazali,yg mana di dlm kitabnya tersebut malah diperhitungkan kemungkinan rashdul koblat terjadi dua kali dalam sehari, dan hasil perhitungannya pun termasuk kontemporer karena menggunakan teori segitiga bola pda umumnya dan dibantu dgn kalkulator ilmiah, yang ingin sya tanyakan, bagaimana menurut bpk, apakah memang mungkin terjadi rashdul kiblat harian terjadi dua kali dalam sehari??
    Mohon penjelasannya,,terima kasih,,

    Furqon Nur Ramdhan
    ((aa_assunday@yahoo.co.id))

  2. Manshur Alkaf berkata:

    Syukran Pak/Mas Furqan, atas atensinya. Begitu membaca komentar panjenengan, saya langsung membayangkan bahwa hal itu tidak mustahil, untuk tempat2 tertentu. Tetapi saya belum pernah mencoba membuktikan.Dasar pemikirannya adalah, bahwa lintasan harian matahari senantiasa sejajar dengan equatror langit, sehingga pada hari2 tertentu untuk kita di Jawa misalnya , bisa terjadi matahari matahari terbit disebelah selatan titik timur, naik keatas dan berkuminasi di utara zenit turun ke barat dan terbenam di selatan titik barat. Dengan demikian lintasan hariannya pada sebagian pagi harinya pernah berazimuth antara 90 sampai 180 derajat(sehingga berpeluang berazimuth searah dgn arah kiblat) dan pada bagian hari setelah berkulminasi pernah ber Azimuth antara 270 sampai 360 derajat ( sehingga berpeluang bayang2 searah dgn azimuth arah kiblat). Dengan demikian bisa dicari rumusan tempat dengan kordinat seperti apa dan deklinasi seperti apa yg memenuhi syarat untuk dapat terjadi rosdul kabah dua kali sehari pada hari2 tertentu. Apakah di buku yang panjenengan baca sudh mencantumkan syarat dimaksud tentu panjenengan yg telah membacanya tahu itu. Wallahu a’lam

  3. nur rivan berkata:

    السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
    saya..nur rivan, dari jombang. kebetulan saya ingin melakukan riset tentang penentuan arah kiblat pada saat pelayaran laut atau di kapal dengan disiplin ilmu pelayaran dan ilmu falak islam…mohon saran dari bapak..apa saja yang harus saya persiapkan…? apakah penelitian seperti ini bisa dijadikan skripsi.? apakah sudah ada mahasiswa yang membahas seperti ini.?
    jazakumullah …ust…

    • Masnhur Mu'thy berkata:

      Mas Nur ! Alaikum salam wr wb.
      Trims atas atensinya
      Yg pernah saya lakukan adalah mengecek akurasi wkt gurub pada jadwal waktu shalat sepanjang masa karya Bapak Saadudin Jambek, dlm perjalanan laut saya, dari Banjarmasih ke Semarang sekitar th 86. Mungkin ada gunanya pengalaman ini say informasikan pada mas Nur, sbb.:
      Saya tentukan kordinat Banjarmasin dan Semarang, waktu start kapal dan kecepatan rata ratanya.
      Dengan peta, saya perkirakan jam berapa matahari terbenam, dan kapal tersebut sampai di kordinat mana.
      pada saat matahari terbenam , saya catat jam berapa, dan saya tentukan kordinat tempat matahari terbenam. Saya hitung saat magurb dgn kordinat tempat kapal tersebut, dan saya perbandingkan dgn kenyataan waktu matahari terbenam.
      (Menentukan posisi kapal saya belajar metodenya kepada nakoda dengan peralatan yg ada pada kapal tersebut.)
      Mungkin hal ini dapat dipakai untuk menghitung raosdul ka bah pada kapal yg sedang berjalan, wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s