Merajut Lorong Waktu

Dalam sinetron Lorong Waktu, seseorang yang memasuki lorong waktu dapat mengalami kembali peristiwa yang terjadi dimasa lalu, sementara dalam film Dora Emon, tokoh Dora Emon adalah seekor Kucing Masa Depan, yang karena masuk ke mesin lorong waktu dapat berada dizaman ini, hidup bersama Nobita ,Susuka,Giant dll.. Tulisan ini tidak akan membahas tentang hal itu, tetapi mencoba ingin mengenal sedikit, bagaimana mengingat hari hari diwaktu lalu yang hanya diingat tgl bulan dan tahunnya sementara harinya telah lupa.. Dengan mengmbil bahan dari Kitab Durusul falakiyah penulis sediakan dua buah tabel, tabel tentang simbol hari dan pasaran dan tabel tentang simbol hari pertama untuk awal bulan Masehi. Tabel dimaksud penulis sertakan dibagian akhir dari tulisan ini.

Pada tabel A terdiri atas kolom kolom berupa nama nama hari, dan baris baris berupa nama nama pasaran. Dan didalamnya berisi angka angka dari 1 s/d 35. . Bila didalam tabel anda mendapat angka 20 misalnya, maka  kalau ditarik keatas akan menjumpai nama hari Rabu, dan ke samping akan didapati nama pasaran Legi , berarti  angka dua puluh adalah symbol dari hari Rabu Legi.

Tabel kedua terdiri kolom kolom nama nama bulan,  dan umurnya masing masing,  dan kebawah berisi baris baris tahun  tahun, dari tahun 1945 sd tah 2021. Didalam table tersebut terdapat angka angka dari 1 s/d 35. Itu adalah symbol dari nama hari tgl satu bulan dan tahun yang dicari.

Misalnya bagaimana mencari hari apa tanggal 17 Agustus 1945.

Pertama dicari dulu tanggal 1 Agustus 1945. Dari tabel B dilihat titik temu antara tahun 1945 disamping kiri dengan bulan Agustus disebelah atas. Titik temunya adalah angka 34. Lalu dicari angka 34 pada tabel A. Dari angka 34 tersebut, kalau ditarik ke atas akan didapati hari Rabu, dan kalau ditarik kesamping akan didapati pasaran Kliwon. Berarti Tanggal 1 Agustus 1945 jatuh pada Hari Rabu Kliwon. Kalau yang dicari adalah tanggal 17 Agustusnya, maka angka 34 tersebut haris ditambah dengan 16 (17-1), kalau hasilnya lebih dari 35 maka harus dikurangi 35.  Dengan demikian (34 + 16)- 35 = 50 -35 = 15. Dalam table angka 15 ditarik ke atas dapat hari Jumat, kekiri dapat Pasaran Legi. Jadi 17 Agustus 1945 jatuh hari Jumat Legi.

Tabel ini dapat dikembangkan maju ke depan, dan dapat juga mundur ke belakang, asal dapat dilihat watak dari tabel itu,  serta sedikit pengetahuan tentang koreksi atas kalender dan tahun kabisat.sebagai berikut :

Umur masing masing bulan tertera dibawah nama bulan, dan khusus bulan Pebruari, tertulis angka 28 dan 29. ini berarti umur bulan Pebruari ada dua macam, yaitu untuk tahun kabisat umurnya 29 hari dan untuk tahin baistah 28 hari. Simbol tanggal 1 Januari tahun 1945 adalah 32, unur bulan Januari adalah 31 . 32 + 31 = 63. Karena jumlah hari dan pasarannya hanya ada 35, maka 63 tersebut hari dikurang dengan 35 hasilnya 28, itulah lambing tanggal 1 bulan berikutnya, yatiu Pebruari 1945.

Karena tahun 1945 bukan tahun kabisat (tidak habis dibagi 4) maka usia bulan Pebruari adalah 28 . 28 (lambang awal pebruari)+ 28 (umur bulan Pebruari) = 56 . Karena lebih  dari 35 maka 56 – 35 = 21. Itulah simbol awal bulan Maret 1945, Begitulah seterusnya.

Untuk mencari awal Januari , maka dasarnya adalah bulan sebelumnya, yaitu Desember tahun sebelumnya. Dengan demikian rumus untuk meneruskan membuat simbol simbol tanggal satu untuk bulan bulan selanjutnya, dapat dirumuskan sebagai berikut : Tanggal bulan ini, ditambah usia bulan ini, kalau hasilnya lebih dari 35, kemudain dikurangi 35.

Sehingga untuk Januari tah 2022, lambangnya adalah  20 +31 – 35 = 16 dst.

Untuk menghitung mundur, rumus dapat dibalik.

Lambang 1 Pebruari 1945 adalah 28. Usia bulan sebelumnya adalah 31 . 28 – 31 = -3. Karena lambang  harus positip. Maka -3 harus ditambah dengan 35, hasilnya adalah 32.Awal Januari adalah 32. Dengan demikian rumus meneruskan pembuatan jadwal secara mundur ke tahun tahun sebelumnya adalah. simbol bulan ini – dikurang usia bulan lalu, kalau haislnya negatip kemudian ditambah dengan 35.

Sebagai Contoh untuk mengetahui simbol hari awal Desember 1944. adalah simbol Januari 1945 (32) – usia Desember 1944 (31). 32 – 31 = 1 Karena hasilnya sudah positip , maka tidak perlu ditambah lagi. 1. Lambang hari tgl Desember 1944 adalah 1. kalau dilihat ke tabel A , 1 adalah    Jumat pahing.

Dengan rumus sederhana ini, kita dapat memperpanjang tabel ini mundur ke masa lalu, dan maju jauh ke masa depan. Dan dengan menggunakan Excel di komputer dan sedikit pengetahuan tentang penjumlahan, pengurangan fungsi operator Excel yang lain serta copy paste, anda dapat menmbuat titian menuju lorong waktu jauh kedepan ataupun ke belakang. Namun ada beberapa catatan yang tidak boleh dilupakan.

  1. Walau rumus tahun kabisat/tahun panjang adalah setiap tahun yang dapat habis dibagi empat , namun untuk tahun tahun 1900, 1800 dan 1700, bukanlah tahun kabisat, karena sejak adanya perubahan di tahun 1582,  husus untuk tahun abad, tahun kabisatnya adalah tahun abad yang abadnya habis dibagi 4. sedang 17, 18, 19 adalah tahun abad tidak habis dibagi 4 jadi tetap tahun pendek. Demikian juga tahun tahun 2100, 2200 dst.
  2. Sesuai dengan perubahan itu pula, maka usia bulan Oktober  tahun itu bukan 31 hari tetapi hanya 21 hari, karena pada tanggal itu dari tanggal 4, besok harinya menjadi tanggal 15, yakni ada sepuluh tanggal yg dihilangkan, yakni tanggal 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13 dan 14..
  3. Tabel tabel ini sepertinya tidak persis seperti yang ada di dalam kitab Durusul Falakiyah, tetapi jiwanya persis, penulis ambil dari sana.oleh karena itu, kalau anda mengambil tabel A dari kitab Durusul Falakiyah tabel B nya harus dari Durusl Falakiya juga. Kalau ditukar, dengan tabel B  dari tabel ini, sangat mungkin akan terjadi kekeliruan

Kalau ada yang mau mencoba, silahkan, dan bagi yang ingin mengoreksi tabel ini  atau ingin mengkomfirmasikan sesuatu, anda dapat menghubungi e-mail penulis H.Manshur@yahoo.co.id. Penulis akan sangat bergembira. Wallahu a’lam

Manshur Mu’thy A Kafy

 .

Pos ini dipublikasikan di Falak. Tandai permalink.

5 Balasan ke Merajut Lorong Waktu

  1. arham berkata:

    Walaupun belum paham, tapi kulo kados berminat untuk mempelajari meniko. Sempet belajar falaq tp alhamdulillah supe sedoyo. Amargi dereng faham sanget… Matur suwun sanget…

  2. abdul munif berkata:

    sepuntene mbah H. Manshur..kulo mendet artikel panjenengan,kangge acuan kulo belajar ten pesantren,amargi kulo dereng faham..ten mriki ndamel kitab durusul falakiyah,kulo taseh dereng faham ten rumus dasar ,kadhos rumus ngangge rubu`
    matursuwun sanget…sak derenge.

  3. Mati Kowe berkata:

    sip niki tabel ngen kulo sing ical lha malah enten kulo copy mbah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s