Melacak Asal Usul Pranoto Mongso *)

Pranata mangsa adalah sistim ”penanggalan” khas petani Jawa, dimana pada setiap mangsa ada ciri khas pada alam, yang bisa dipergunakan untuk pertanda bagi kegiatan para petani. Pranata mangsa yang dalam satu tahun terdiri atas dua belas mangsa, penghitungannya berdasar bayang bayang orang yang berdiri tegak dari cahaya matahari di tengah hari, dengan ketentuan awal mangsa kesatu (kasa) adalah bila panjang bayang bayang sebesar 4 “pecak” disebelah  selatan .(Satu pecak adalah sepanjang telapak kaki, dari tumit sampai ujung ibu jari kaki). Selanjutnya pergantian mangsa terjadi berturut turut, saat panjang bayang bayang, di tengah hari sepanjang 3 pecak, dua pecak, satu pecak , tanpa bayang bayang, kemudian satu pecak di utara, dua pecak di utara, satu pecak di utara lalu kembali tanpa bayang bayang kemudian membesar terus keselatan sampai kembali 4 pecak di Selatan.

Penulis berasumsi bahwa penemu rumus ini tentu ahli falak local Jawa, dan dengan rumus itu pula penulis ingin mencoba melacak dari daerah mana ia berasal, dan dengan bantuan sejarah bisa juga diperkirakan  kapan rumus itu ditemukan, apakah di Trowulan zaman Majapahit misalnya atau daerah lain. Dari sini penulis  mencoba mengawali penelusuran hal tersebut .

Menurut kalender Miliadiyah awal masing masing mangsa , adalah untuk kasa  tgl 22 Juni, karo 3 Agustus ,katiga tgl 26 Agustus, kapat tgl 19 September, kalima  tgl 14 Oktober, kanem tgl 10 Nopember, kapitu tgl 23 Desember, kawolu tgl 4 Februari, kasanga tgl 2 Maret, kasepuluh tgl 27 Maret ,Dhesta 20 April dan Saddha tgl 13 Mei

Dengan demikian berarti pada tanggal tanggal tersebut panjang bayang  bayang ditengah hari  adalah 4 pecak , 3 pecak dan seterusnya

Kenyataan yang mendekati tepat adalah, bahwa tinggi seseorang sama dengan 7 pecak /tapak kaki orang itu.Penulis sendiri yang tingginya 167 cm, panjang tapak kakinya adalah 24 cm, Kalau 7 pecak  adalah 7 x 24 cm, = 168 cm., maka hanya adal selisih 1 cm dengan ketinggian penulis yg sebenarnya.

Tidak seluruh tempat berpeluang untuk terjadi  keadaan bayang bayang di tengah hari panjangnya sesuai dengan table tersebut.  , karena hanya ada satu lintang tertentu saja yg dapat diperoleh keadaan seperti itu, sedang pulau Jawa lintangnya cukup fariatip,  Serang misalnya lintangnya cukup kecil, 6˚ 07’, sedang Pacitan cukup besar yaitu  8˚ 11’ .

Untuk menemukan tempat yang tepat berpeluang terjadi bayang bayang dimaksud penghitungannya adalah seperti berikut ini

Ujung bayang bayang ditengah hari ( saat matahari berada pada titik culminasi atas)  menggambarkan/proyeksi jarak zenith matahari pada waktu itu, dan jarak zenith tersebut ditentukan oleh deklinasi matahari  dan lintang tempat.  Kalau bayang bayang tengah hari  dibagi dengan tinggi bendanya, hasilnya sama dengan tangen jarak zenith matahari, dengan demikian dengan bila diketahui bayang  tengah hari , maka jarak zenith dapat diketahui, dengan rumus tangen jarak zenith = panjang bayang bayang dibagi tujuh. Untuk awal mangsa kasa (mangsa ke satu) misalnya, tg jarak zenith adalah 4/7.Kalau dengan kalkulator, caranya 4/7 = sift tg lalu sift derajat.Cara menghitung dgn kalkulator jenis lainnya adalah : 4/7 = sift tg sift ans sif derajat Hasilnya adalah   29 45’ kalau diketahui pada tgl 22 juni matahari ada pada posisi 23 25’ utara, maka tempat yg bayang2 tengah harinya 4 pecak, adalah daerah yg lintangnya   29 45’ – 23 25 ‘ = 06 20 ’.Dengan demikian untuk kota Serang tidaklah tepat benar dengan lintang tersebut, sedang untuk kota Pacitan sangat jauh dari lintang tersebut. Kalau kita coba menghitung panjang bayang ditengah hari itu di kota Pacitan dengan membalik rumus diatas, maka pada tanggal 22 Juni, panjang bayang bayang di Kota Pacitan ketemunya adalah sudah 4,3 pecak, sedang untuk tanggal lain hasilnya juga tidak cocok

Dengan tetap menggunakan lintang selatan 6˚ 20’,dapat dicoba menghitung panjang bayang bayang bagi tanggal tanggal awal mangsa lainnya, dengan rumus diatas, dengan terlebih dulu dicari deklinasi matahari pada tanggal tersebut. Deklinasi dapat dicari dari berbagai table ilmu falak, dapat juga dari ephmeris. Kemungkinannya hasilnya tidak akan tepat benar,. Lalu dicari kemungkinan tempat (lintang)lain yang hasilnya sesuai dengan tanggal tersebut diatas. Kalau sudah dapat diketemukan lintang yang mendekati tepat, maka dapat kita lakukan penelusuran dari barat pulau Jawa, ke timur, kota lama yang berada di sekitar kota tersebut. Dikota itu dan dimasa jayanya dulu, dapat kita duga asal usul ditemukakannya pranata mangsa, mungkin oleh pujangga yang kesohor pada waktu itu.

Penulis telah mencoba menghitungnya dengan standar lintang selatan 6˚20’dan ternyata hasilnya mendekati tepat sebagai berikut :

22 J u n i  4      pecak               3 Agus       3.09   pecak                       26 Agust   2.1   pecak

19 Sept    0.9   pecak               14 Okt        0.2    pecak                       10 Nop     1,3    pecak

23 Des     2.15 pecak                4 Pebruari  1.2    pecak                       2 Maret 0.03 pecak  27 Maret  1.09 pecak                  20 April      2.2    pecak                       13 Mei 3,2 pecak

Menurut sejarah, saat Surakarta diperintah oLeh Pakoeboewono VII, beliau memberi patokan bagi para petani agar tidak rugi dalam bertani dengan memberlakukan pranata mangsa, tepatnya dimulai tanggaL 22 Juni 1856. hari pertama dari mangsa ke satu.. Mulai saat itu Pranata mangsa dinyatakan sebagai patokan resmi Pemerintah bagi para petani  untuk melakukan pekerjaannya. Penulis yakin, bahwa pranata mangsa ini tidak semuda itu usianya, tetapi sudah dikenal sejaman dengan usia tahun Jawa/saka yang dulu pernah dipergunakan masyarakat Jawa,

Sejak tahun Saka  diadopsi oleh Sultan Agung  menjadi tahun Jawa  pada tahun 1625 M, penanggalan tersebut tidak lagi menggunakan standar gerak matahari. Petani yang dalam melakukan kegiatan pertaniannya seharusnya tetap berpatokan pada gerak tahunan matahari, tidak bisa berpatokan dengan tahun Jawa. Kesenjangan ini mendapat perhatian Pakoeboewono VII  dan kemudian diberikannya  solusi pemberlakuan pranata mangsa.

Kalau sejak di Adopsi ( tahun 1625 M )Tahun Saka sudah berumur 1547, berarti tahun Saka sudah ada sejak tahun  78 M. Tahun Jawa ini berlaku untuk seluruh Wilayah Mataram Islam yaitu seluruh Jawa, kecuali Banten, Batavia dan Banyuwangi (=Balambangan).  Dapat di telusuri apakah pusat budaya Jawa, pada waktu itu ada di daerah  sekitar lintang 6 20 menit, Kalau ternyata benar maka dapat diduga bahwa usia pranoto mongso, sama dengan usia tahun Saka itu sendiri.

Penulis, mencoba melihat peta Pulau Jawa dengan Google Erth, ternyata tidak ada daerah di Jawa Tengah maupun Jawa Timur, yang di lewati oleh Lintang Selatan 6 20’.Lintang tersebut melewati Pandeglang di Propinsi Banten dan Pemanukan di Jawa barat, lalu melintas di utara Jawa Tengah , Jawa Timur dan Madura. Karena Tidak ada cerita maupun hikayat, bahwa Aji Saka pernah tinggal di Jawa Barat/ Banten, maka Penulis menduga, bahwa Pranoto mongso dibawa Aji Saka bersama tahun Saka , dari  luar tanah Jawa. Para Peneliti sejarah dapat melakukan penelitian lebih jauh, dan penulis yang sedikit seneng otak atik ilmu falak sederhana hanya dapat mengantarkannya sampai disini , semoga ada yang meneruskannya..

. Yogyakarta, 23 Maret 2011

*) Manshur Mu’thy A Khayi

Pos ini dipublikasikan di Falak. Tandai permalink.

10 Balasan ke Melacak Asal Usul Pranoto Mongso *)

  1. kaji joko berkata:

    nderek ngangsu kawruh, mbah

  2. amir udin (fb) berkata:

    Ass,saya amat tertarik dengan penjelasan petungan jowo,mohon penjelasan asal usul penghitung
    an hari pasaran jawa yang berdasar paing,pon waage dan kliwon? juga kenapa dalam kalender jawa dikenal tahun alip , dal dsb.nuwun

  3. kalangan1961 berkata:

    lacak terus mbah kulo nggeh tak pingin maos supados ngertos

  4. mukhlason berkata:

    mantab. terima kasih sharingnya.
    Insya Allah bermanfaat

  5. ariffin berkata:

    SAK SAMPUNIPUN KULO PANGGALIH ILMU JAWI MENIKO ISINIPUN MENTES SANGET MONGGO BOPO TERUS KITA KAJI LANGKUNG LEBET MALIH NGANGGE KAJIAN ILMU KITA PIYAMBAK

  6. mas paijo berkata:

    artikel ingkang menarik pak,
    ijin nderek ngangsu kweruh

  7. eva ikaputri berkata:

    mantapp…ini baru pengetahuan yg banyak makna (sejarah,matematik, dll) pasti bnyak pula manfaatnya. trima kasih…lanjuttt….!!!

  8. yus berkata:

    Manfaat sanget. Ananging kula taksih kepingin mangertos asal usulipun pasaran ing pananggalan jawi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s