Di Muzdalifah mencari arah barat.

Akhir Desember 1974 tepatnya tanggal 23 menjelang tanggal 24. Kami teman teman  mahasiswa IAIN yang bertugas sebagai Pramugara/i haji sedang mabit di Muzdalifah. Sampai disana sekitar pukul delapan malam waktu Saudi (SAS).Suasana Muzdalifah maupun Mina sangat berbeda dengan suasana sekarang. Rencananya setelah lewat tengah malam, kami akan segera ke Mina, dan sehabis shalat subuh di Muna akan segera lempar Jumrah Aqabah, cukur/tahallul, ganti baju langsung ke Makkah tawaf ifadhah  dan sa’i , syukur kalau dapat shalat Id di masjidil haram. Setelah selesai mencari batu , kami menunggu tengah malam dengan santai. Ada yg berebahan ada yang duduk  sambil berbincang bincang  kesana sini. Ada teman yang nyeletuk, kalau disini kita shalat menghadap kemana? Jawabnya macam macam, dan saya menjawab, bahwa kita tahu shalat ya menghadap ka’bah, Menurut peta, muzdalifah ada di timur Makkah, jadi kita shalat menghadap ke barat. Masalahnya, mana barat itu? Ayo kita tebak tetapi dengan argument yang rasional, karena kita tidak ada yang membawa kompas. Teman teman menjawab macam macam, tetapi semua hanya berdasar feeling saja, tidak ada yg punya argumentasi. Lalu saya lihat ke bulan. Bulan tgl 10  belum bulat benar. Nah saya berkata bahwa bagian bulan yang paling bulat, adalah bagian yang menghadap ke arah matahari, Saat itu matahari  pukul 20, adalah beberapa derajat dibawah ufuk barat dan bulan belum lama berkuminsasi. Nah  piringan bulan yg paling bulat itulah yang menghadap arah matahari, dan karena matahari bulan Desember ada sekitar 23 derajat lintang Selatan, maka dari arah menghadapnya bulatan matahari, kita geser ke kanan sekitar 23 derajat itulah arah barat. Bagi yang ingin berdoa  dengan menghadap ke arah ka’bah, silahkan hadapkan wajah kita kearah itu.  Karena saya berbicara dengan penuh keyakinan maka tak seorangpun yang membantah. Nah tahukah anda, bahwa lapangan tenis out door, juga bisa jadi petunjuk, lapangan tennis yang baik tentu tidak akan membujur dari timur ke barat, pasti dari utara ke selatan. Wallahu a’lam

Pos ini dipublikasikan di anekdot. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Di Muzdalifah mencari arah barat.

  1. Saya terkesima dengan bias ke lapangan tenis out door yang Bapak kemukakan… sungguh selama ini diluar pengamatan saya.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s