Bulan Kabisat Apa Tahun Yang Kabisatnya satu bulan

Rubrik Sungguh Sungguh Terjadi (SST) SKH Kedaulatan Rakyat tanggal 2 Maret 2011  menyebutkan, bahwa Penanggalan Tionghoa  mengenal bulan kabisat yang disebut Lun Gwe, bukan tahun kabisat. Hal ini terjadi karena penanggalan di Tiongkok menganut sistem gabungan antara perjalanan matahari dan perjalanan bulan, tahun matahari lebih panjang 11,5 hari dari tahun bulan.

Yang saya ketahui istilah kabisat sendiri dipergunakan untuk menyebut tahun panjang, kebalikan dari Basitah tahun pendek jadi terasa agak aneh kalau ada bulan Kabisat. Untuk penanggalan masehi, yang mengikuti gerak edar matahari tahunan, dulu setiap 4 tahun ada satu tahun kabisat atau setiap 400 tahun ada 100 tahun kabisat  yaitu pada tahun tahun yang habis dibagi 4. Umur satu tahun kabisat adalah 366 hari satu hari lebih panjang dari tahun basitah yang berumur 365 hari.Caranya dengan menjadikan bulan Pebruari berumur 29 hari. Sejak tahun 1582 (atau tahun 1682 saya lupa) pada tahun tahun abad (seperti th 1700,1800 1900 dst) hanya kalau abadnya habis dibagi 4 saja dinyatakan sebagai tahun kabisah. Sehingga tahun 1700,1800,1900, karena abadnya  yaitu 17,18,19 tidak habis dibagi 4 maka bukanlah tahun Kabisat. Demikian juga nanti tahun 2100 nanti. Dengan demikian praktis dalam 400 tahun hanya 97 bukan 100 tahun kabisat.

Dalam Kalender Islam Jawa yang mengikuti gerak edar bulan, kita kenal tiap 8 tahun (satu windu) ada 3 tahun kabisah yang berumur 355 hari sedang pada tahun lainnnya satu tahun berumur 354 hari. Untuk Hisab Urfi bagi Penanggalan Hijriyah yang juga mengikuti gerak bulan, maka setiap 30 tahun ada 11 tahun kabisah, sedang sisanya tahun basitah .

Dengan demikian istilah tahun kabisah  pada kalender Hijriyah/Islam Jawa maupun kalender Masehi, berarti tahun panjang, yang selisihnya hanya satu hari dibanding dengan tahun Basitah.Oleh sebab itu saya sebenarnya agak heran dengan istilah bulan kabisah.  Bahwa memang benar, penanggalan di Tiong Kok, berpedoman pada gerak edar bulan dan matahari sekaligus. Menghitung awal bulannya dari hari setelah bulan mati (conyungsi atau ijtima),sedang awal tahunnya dimulai dari permulaan musim semi. Menurut Kitab ilmu Falak yang bernama Badi’atul mitsal, dijelaskan bahwa Awal tahun dimulai dari bulan mati yang paling dekat dengan tanggal 6 Pebruari. Ini bereti bisa konjungsi sebelum dan bisa juga sesudah 6 Pebruari. Kalau misalnya tahun  x konjungsi terjadi 25 Januari, maka 12 bulan kemudian konungsinya sekitar tanggal 13 Januari yg berarti masih jauh dari tgl 6 Pebruari, sehingga tahun baru imleknya jatuh pada konjungsi berikutnya, yaitu sekitar 11 Pebruari. Dengan demikian jumlah bulan menjadi 13. Bulan  antara konjungsi tgl 13 januari dan11 Pebruari itulah yang dijadikan sebagai “bulan kabisat” , yang menurut saya istilah yang tepat adalah bahwa tahun itu tahun kabisat, yg tambahan umurnya bukan satu hari tetapi satu bulan yang istilahnya disebut sebagai “bulan ganda” dengan nama Lun Gwe. Atau dengan kata lain Tahun dengan kabisatnya sampai satu bulan

Pos ini dipublikasikan di kapita selekta. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s