Guru Guruku Dalam Ilmu Falak (3)

Menyambung tulisan saya terdahulu, disini saya kembali ingin menulis beberapa kesan terhadap guruku yang lain yang telah memberikan sebagian ilmunya tentang ilmu falak kepada saya walau secara substansial saya tidak begitu paham, tetapi sedikit banyak telah mewarnai diri saya

KH Tb Tangsoban

Saya belajar kepada beliau pertama tahun 1984 ketika mengikuti pelatihan imu falak di Tugu Bogor. Juga tahun 1985, tetapi saya mengenal pertama jauh sebelum itu, yaitu sekitar th 1980/1981, ketika oleh pak Pangat, (Drs Supangat SH Kasubdit IV Ditbinbapera Departemen Agama ) saya disuruh ikut rapat efaluasi hisab di wisma Depag  Kebayoran. Kesan saya tentang beliau cukup banyak, antara lain dari beliau saya dapat jadwal deklinasi dan perata waktu, yang beliau bikin rata rata  dari Almanak Nautiuka untuk beberapa tahun kemudian dibuat rata rata.

Dari beliau juga saya  belajar membuat program dari progameble pada kalkulator. Juga tahu tentang jumlah derajat dalam lingkaran yang 360 derajat dikaitkan dengan potongan firman Allah yg berbunyi rafi’udarajat yang pernah saya tulis diblog saya dalam judul tersendiri. Beliau memperkenalkan kepada kami beberapa jenis kalkulator dengan cara pengoperasiannya, termasuk pemrograman dengan menggunakan if & then, on & goto, gosub dll. Dari  beliau juga saya bisa rumus awal waktu dhuha. Tentang tinggi matahari awal isya, dimana khusus ahli falak Sukabumi, menggunakan tinggi isya -17 derajat beda dgn kota lain yang menggunakan tinggi awal Isy adalah -18 derajat .

Pada satu acara yg dikunjungi oleh ulama ulama dari seluruh pelosok Indonesia pada tahun 1989 di pondok krapyak, tiba tiba saya melihat “orang yang mirip” Beliau, tetapi saya lihat lebel nama di dadanya tertulis nama lain. Dengan ragu ragu saya bertanya kepada beliau apa beliau adalah Bapak  KH Tangsoban, tapi kok namanya lain? Beliau balik tanya kepada saya, apakah pernah bertemu beliau dan dimana, saya jawab apa adanya, lalu beliau hanya tersenyum dan berkata, jangan bilang bilang siap siapa, kalau saya disini.  Kepada para murid, beliau tidak bersikap seperti hubungan guru murid, tetapi lebih seperti senior kepada yuniornya.

Drs H Taufik SH MH

Bapak Drs H Taufik SH MH, mantan wakil Ketua Mahkamah Agung RI, Pertama kali mengajar saya tentang ilmu Falak adalah pada tahun 1984, dalam satu pelatihan di Tugu Puncak Bogor. Waktu itu beliau masih Ketua MIT Cabang Surabaya, cikal bakal Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.  Sebelumnya di Wisma Depag Kebayoran Baru secara tidak langsung saya sudah pernah juga belajar kepada beliau.

Dari beliau saya pernah belajar kitab Khulashatul wafiyah karya KH Zubaer. Tentang Kitab Khulashatul wafiyah sebenarnya saya sudah pernah belajar sendiri, karena harus mengajar di Kuliyatul Qadla/Fak Hukum Islam Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta Cabang Kebumen, dan KH Zubaer adalah dekannya di Sala, dengan menggunakan data daftar log yang ada pada lampiran buku itu. Ketika ada gerhana matahari total tahun 1982, saya juga sudah belajar menghitungnya untuk kota Tanah Grogot Kalimantan Timur, dan hasilnya cocok, disana memang tidak total. Oleh karena itu ketika Pak Taufik mengajarnya dengan dibuat sistimatika modern, dan dengan menggunakan kalkulator, alhamdulillah waktu itu saya dengan cepat bisa mengikutinya .

Sebagian besar teman teman memang sempat  dibingungkan oleh keharusan mengubah dari keadaan markaz Indonesia ke Arab/Makkah, dan mengubah satuan waktu, dari menggunakan jam zawali ke ghurbi, karena kitab Khulasoh Wafiyah memang menggunakan markaz Makkah, dan jam Ghurbi. Untuk saat ini saya perlu mengingat ingat lagi bila ingin mengerjakan dengan system ini.

Dari pak Taufik ( demikian kami biasa memanggil), kami dipacu untuk lebih memahami kalkulator, yang cara kerjanya ternyata mirip dengan cara kerja program GW Basic di Komputer ketika masih memakai Dos dsb.

Yang lebih mengesankan bagi saya dari Pak Taufik adalah pelajarannya tentang segitiga bola yang ujung ujung nya saya tidak begitu mudeng. Tetapi ada yang sangat bermanfaat bagi saya  ketika ingin mengembangkan menekuni ilmu Falak. Yaitu tentang beberapa rumus Cosinus dan pengembangannya, untuk mencari salah satu unsur dari segitiga bola bila beberapa unsur lainnya sudah diketahui. Pada waktu itu kepada kami disodorkan ada puluhan  data dan cara penyelesaiannya, dan kami disuruh menyelesaikan lima diantaranya. Ternyata dua dari lima yang saya pilih saya tidak berhasil menyelesaikannya, dan ketika saya tanyakan beliau, setelah beliau perhatikan beberapa waktu ternyata soal yang saya pilih adalah kebetulan datanya yang salah.

Salah satu dari rumus tersebut  pernah saya coba untuk menentukan azimuth bayang  bayang  awal asar. Waktu itu saya ingin membuat garis bayang bayang awal asar, yakni garis di sebelah timur dari jidar(bencet) yang bila bayang bayang tongkat istiwanya telah menyentuh garis itu maka awal asar telah masuk. Sayangnya ketika hasilnya saya coba tashehkan kepada beliau, saya tidak berhasil menghadap ke kantornya waktu itu di PTA Jakarta, karena beliau sedang berada diluar kota. Akhirnya hal tersebut saya tashehkan kepada Pak Rahim, dan alhamdulillah Pak Rahim membenarkannya. Rasanya rumus itu masih tersimpan, dan pada saatnya Insya Allah ingin saya tulis diblog ini, siapa tahu ada manfaatnya, dan kalau salah ada yang mengoreksinya.

Pada tahun 1981 ketika dalam rapat kerja dan efaluasi hisab rukyat di Jakarta dan saya kebetulan bisa jadi mustami’  salah satu kegiatannya adalah dan pemakalahnya saya agak lupa, kalau tidak Pak Taufik ya pak Rahim. Pokok pembahasannya tentang semi diameter bulan sebagai unsur pengoreksi atas ketinggian hilal.Kalau semi diameter matahari jelas dikurangkan kepada ketinggian matahari saat magrib, karena pengertian matahari terbenam adalah seluruh bulatan matahari semua telah terbenam dan agar seluruh bulatan matahari terbenam semua  , maka yang berimpit dengan ufuk adalah tepi piringan matahari yang ada disebelah atas, dan berarti titik pusat matahari sudah berada dibawah ufuk sejauh semi diameter matahari.

Akan halnya semi diameter bulan tidaklah demikian. Bulan baru yg tampak sebagai hilal bukan bagian atas dari bulan, tapi bagian bulan yang menghadap ke matahari yg baru saja ghurub, oleh sebab itu semi diameter bulan sebagai unsur pengkoreksi ketinggian hilal  tidak selayaknya ditambahkan kepada ketinggian hilal, tetapi mungkin justru dikurangkan. Setelah dilakukan diskusi yang mendalam, akhirnya disimpulkan perlunya ada rumus  untuk menentukan koreksi berdasar semi diameter yang dikaitkan dgn tinggi hilal dan selisih azimuth bulan dan azimuth matahari. Rumus itu disusun Oleh Pak Darsa dari Planetarium dan Pak Wahyu. Saya melihat waktu beliau menyusun rumus itu, dan pernah melihat hasilnya dalam buku laporan yang disusun oleh Ditbinbapera Dep Agama terbit th 1981, tetapi entah bagaimana sekarang rumus itu tidak lagi pernah termuat dalam buku buku yang terbit kemudian.

Dalam pelatihan pelatihan yang pernah saya ikuti selanjutnya, Pak Taufik setelah menjadi Katua Muda Mahkamah Agung tetap seperti sebelumnya, walau sedang istirahat ketika ada peserta pelatihan yang bertanya tentang kalkulator, maka dengan santainya beliau merespon pertannya kami dengan ramah

Kalau setiap orang yang pernah memberi kita ilmu walau hanya secuil adalah guru, masih ada beberapa orang lain yang termasuk guru saya, antara lain ada K Barnaji Akil, ada Drs Slamet Hambali dsb., tetapi mungkin ini saja dulu kesan kesan saya terhadap guru guru saya dalam ilmu Falak.

Yogyakarta 24 Mei 2011.

Manshur Mu’thy A Kafy

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Falak. Tandai permalink.

4 Balasan ke Guru Guruku Dalam Ilmu Falak (3)

  1. farid bin muchlas tanahsari berkata:

    dari macan lahirlah macan. subhanalloh

  2. abdurrahman berkata:

    ustadz. tolong kirimkam ke email saya semua rumus ustadz ya. agar bisa saya pelajari. abdurrahmanchan@yahoo.com

  3. nana berkata:

    assalamualaikum wr.wb. kalo diperkenankan saya ingin belajar juga. ini alamat email saya m.nana.suprihatna@gmail.com.
    terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s